Program Rumah Murah Di Balikpapan Belum Jelas

oleh

Setelah dua tahun, program rumah murah yang dicanangkan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) kepada Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) belum terwujud di Balikpapan, Kalimantan Timur. <p style="text-align: justify;">"Kami belum tahu, baik kemajuannya, realisasinya, peminatnya, sudah dibangun apa belum," kata Kepala Dinas Tata Kota dan Permukiman Pemkot Balikpapan Muhaimin, Jumat.<br /><br />Program tersebut merencanakan membangun 1.000 rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).<br /><br />Muhaimin memperkirakan program ini tak berjalan karena pengembang kesulitan memenuhi syarat yang diwajibkan Kementerian Perumahan Rakyat.<br /><br />"Sebagai contoh, pengembang dalam satu tahun harus membangun 200 unit, nah itu sulit dipenuhi," kata Muhaimin.<br /><br />Untuk bisa membangun jelas perusahaan harus memiliki semuanya, mulai dari modal, lahan, dan relasi, serta sudah mulai memasarkan produknya tersebut.<br /><br />Persyaratan lainnya, subsidi dari APBN lewat Kementerian baru cair jika sudah ada akad kredit dari calon pembeli dengan bank yang ditunjuk oleh pemerintah.<br /><br />Karena itu lanjutnya, ada beberapa pengembang yang justru mundur karena tak mampu memenuhi persyaratan yang diwajibkan Kemenpera.<br /><br />"Karena persyaratan-persyaratan yang digariskan Kemenpera itu agak sulit dipenuhi para pengembang," kata Muhaimin.<br /><br />Rumah-rumah murah tersebut direncanakan dijual Rp95 juta per unit untuk rumah sederhana tipe 36. Bila tak ada subsidi pemerintah, pengembang bisa menjualnya hingga Rp180 juta.<br /><br />Pemkot Balikpapan sendiri, jelas Muhaimin, hanya memfasilitasi. Program rumah murah ini murni program Kementerian Perumahan Rakyat RI.<br /><br />Pemkot membantu hal perizinan, juga sarana dan prasarana bila pengembang menjual rumahnya dengan harga Rp95 juta tersebut.<br /><br />Dari Kemenpera, Balikpapan mendapat jatah pembangunan 1.000 unit rumah yang dibagi ke dalam 8 lokasi di Balikpapan Timur. Jatah 1.000 unit itu dibagi-bagi ke beberapa anggota Apersi. <strong>(das/ant)</strong></p>