Program S2 STAIN Palangka Raya Diminati Masyarakat

oleh

Program Pascasarjana Strata Dua (S2) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah diminati masyarakat dan terbukti saat pertama buka sudah memiliki 62 mahasiswa. <p style="text-align: justify;">Kepala Humas STAIN Palangka Raya, Rahmat Riyadi di Palangka Raya, Jumat mengatakan peserta yang lulus testing dan berhak mengikuti program studi Magister Pendidikan Islam (M.PI) dengan konsentrasi pada pendidikan kepemimpinan multikultural.<br /><br />Sebelumnya Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Dr Ibnu Elmi Elmi AS Pelu, SH. MH mengatakan pembukaan program pascasarjana merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di provinsi tersebut.<br /><br />“Program pascasarjana STAIN sekarang baru satu program studi (prodi). Kami sedang berusaha menambah program studi seperti magister hukum Islam (M. PI), magister ekonomi syariah (M. ES), dan magister pendidikan bahasa Inggris (M. PDBI),”  katanya.<br /><br />Jumlah peserta program pascasarjana S2 yang mengikuti sebanyak 64 orang, namun yang lulus 62 orang. Pesertanya rata-rata berprofesi sebagai guru, kepala sekolah, anggota dewan, swasta dan ada juga beberapa alumni dari STAIN Palangka Raya.<br /><br />STAIN Palangka Raya yang didirikan pada 1997 itu awalnya diresmikan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin H Mastur Jahri, MA pada 1972 dengan nama fakultas Tarbiyah Al-Jamiah dengan harapan untuk memenuhi kebutuhan guru agama di daerah tersebut.<br /><br />Dalam perkembangannya, STAIN Palangka Raya kini memiliki tiga jurusan, yakni Tarbiyah dengan program studi (Prodi) pendidikan agama Islam (PAI), pendidikan bahasa Arab (PBA), Tadris bahasa Inggris (TBI), tadris Biologi (TBG), dan Tadris Fisika (TFS).<br /><br />Ibnu mengatakan, jurusan Syariah dengan prodi Al-Ahwal Al-Syakhshiyah/Peradilan agama (AHS), dan prodi ekonomi Islam (ESY), sedang jurusan Dakwah mengelola satu prodi, yakni komunikasi dan penyiaran Islam (KPI).<br /><br />Kampus perguruan tinggi agama Islam di provinsi yang dijuluki  Bumi Tambun Bungai dan Bumi Pancasila  itu sedang dilakukan pembangunan berbagai fasilitas kependidikan, antara lain gedung perpustakaan, 18 ruangan laboratorium, dan rumah susun mahasiswa.<br /><br />“Sebagai upaya pengembangannya, kami sedang berusaha menambah enam program studi lagi. Ini dimaksudkan sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan status STAIN menjadi IAIN yang kini sedang dalam proses perjuangan,” tambah Ibnu Elmi.<br /><br />Terkait dengan jumlah tenaga pengajar dosen di STAIN Palangka Raya, pimpinan perguruan tinggi yang dilantik pada 3 Agustus 2013 itu menyatakan hampir seratus orang, 20 di antaranya kini sedang proses menyelesaikan program doktor, dan sembilan orang sudah bergelar doktor. <strong>(das/ant)</strong></p>