Promosikan Pariwisata, Melalui Festival Budaya Danau Sentarum

oleh

Berbagai upaya terus dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu untuk mempromosikan potensi wisata yang ada, terutama panorama Taman Nasional Danau Sentarum yang gaungnya sudah mendunia, dalam wkatu dekat ini tepatnya pada bulan November mendatang akan digelar Festival Budaya Dana Sentarum, dalam kegiatan yang baru pertama kaIi dilaksanakan di Bumi Uncak Kapuas ini akan menggelar berbagai kegiatan yang berkaitan dengan budaya dan akan menampilkan ciri khas Kabupaten Kapuas Hulu yang memiliki beragam budaya. Hal tersebut di katakan oleh Drs. Alexander Rombonang,MM.A, dirunag kerjanya, Rabu (12/10/2011). <p style="text-align: justify;">Dijelaskan Rombonang bahwa kegiatan tersebut akan dimulai pada tanggal 28 Nopember hingga tanggal 2 Desember 2011 ini, dalam pembukaan nati kata Rombonang akan dihadiri oleh Kemeterian Budaya dan Pariwisata, Gubernur Kalimantan Barat, Bupati Kapuas Hulu dan sejumlah pejabat penting lainya serta akan mengundang Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Barat, bahkan untuk Festival Budaya Danau Sentarum ini juga menggundang Negara tetangga yaitu Malaysia. <br /><br />“Karena kegiatan ini baru pertama kali yang akan Kita laksanakan, maka undangan Kita tujukan hanya ke Malaysia, dan karena ini akan dijadikan agenda tahunan maka untuk pelaksanaan kedepan Kita tidak hanya mengundang Malaysia tetapi Negara-negara tetangga lainnya,” tutur Rombonang serius.<br /><br />Sedangkan untuk kegiatannya akan memperlombakan beberapa kegiatan seperti tarian suku Daya dan Melayu, lagu daerah suku dayak dan Melayu, pemilihan bujang dan darah, dan ada juga permainan tardisional seperti sumpit dan gasing, lomba kuliner membuat makanan dan kue tradisional cirri khas Kabupaten Kapuas Hulu, lomba sampan, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya yang memiliki nilai jual tinggi. <br /><br />Selain itu ditambahkan Rombonang, bahwa untuk Festival Budaya Danau Sentarum sengaja dipusatkan di Lajak, karena untuk di Desa Kedungkang yang bersentuhan langsung dengan bibir danau Sentarum tidak didukung oleh infrastruktur. <br /><br />“Jika infrastruktur jalannya bagus, sebenarnya malah lebih dekat dari Desa Kedungkang, tapi infrastruktur untuk menuju Desa itu belum mendukung, mudah-mudahan Tahun depa pihak Cipta Karya dan Bina Marga menganggarkan jalan menuju Desa Kedungkang yang memang bersentuhan langsung dengan bibir danau sentarum,” pungkasnya<strong>.(phs)</strong></p>