Prona Terbitkan 3.056 Sertifikat

oleh

Kepala BPN Sekadau Imam Soebekti memaparkan program pembaharuan agraria nasional (PPAN) terus berjalan di Kabupaten Sekadau. Program tersebut untuk kesejahteraan rakyat dan meminimalisir konflik lahan. Pembaharuan agrarian juga untuk memperbaiki akses masyarakat terhadap perekonomian. <p style="text-align: justify;">“Sertifikat bisa diagunkan ke bank,” kata dia, Selasa (10/1/2012) siang.<br /><br />Desa Sungai Ayak III kata Imam Soebekti menjadi salah satu objek  PPAN di Kalbar. Pelaksanaan PPAN berlangsung pada tahun 2007. Pemilihan Desa Sungai Ayak III sebagai objek PPAN karena banyak karet rakyat dan para kelompok tani lebih terkoordinir. <br />“Sebanyak 2.000 bidang tanah kita sertifikatkan,” sebutnya.<br /><br />Realisasi sertifikasi tanah sepanjang tahun 2006-2011 di Kabupaten Sekadau menurut Imam sebanyak 5.367 sertifikat PPAN. Kemudian, sebanyak 3.056 sertifikat prona, dan plasma/transmigran mencapai 3.616 sertifikat. Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan dari Sekadau mencapai Rp18 miliar lebih. <br /><br />“Pemasukan ini untuk negara,” ucap dia.<br /> <br />Lebih jauh, Imam mengatakan reforma agrarian perlu dukungan pemerintah setempat. Dukungan itu dapat berbentuk pembangunan jalan. <br /><br />“Ini menambah nilai tanah yang kita sertifikasi,” paparnya.<br /><br />Imam mengakui kalau PPAN dan prona berdsifat gratis karena ditanggung negara. Tetapi, negara tidak menanggung sepenuhnya biaya mencakup patok, materai, dan transportasi petugas. <br /><br />“Jadi bukan sepenuhnya gratis,” jelas dia.<br /><br />Terhadap beberapa penilaian miring dari masyarakat terhadap kinerja BPN Sekadau ditanggapi Imam dengan santai. Menurut dia, penilaian negative itu hanya dari sebagian kecil warga. <br /><br />“Kita juga tidak dapat memuaskan semua masyarakat,” cetusnya. <strong>(phs)</strong><br />    <br /></p>