Propinsi Kapuas Raya Bagaimana Nasib Mu (bag.1)

oleh
oleh

Untuk merealisasi Pembentuk Propinsi Kapuas Raya, slogan perjuangan Pasangan Gerbang Emas MJ (Milton Juan ) pada Pilkada sintang tahun 2010 lalu, dengan kata LANJUTKAN…! Menurut hasil seminar PWI “Kapuas Raya adalah salah satu kebutuhan bukan keinginan” <p style="text-align: justify;">Jadikah pembentukan Propinsi Kapuas Raya ? Adanya  sikap resmi  berupa  moratorium (pemberhentian sementara pemekaran daerah) oleh Pemerintah Pusat di Jakarta, menuai  pendapat  yang  beragam, walaupun  moratorium  hanya  sebatas  pernyataan, sementara dasar hukum  pengajuan  pemekaran  daerah  tetap  berlaku, dan  statment  moratorimum tidak memiliki kekuatan (tidak ada legalitas) untuk mengeyampingkan bahkan meniadakan ketentuan hukum yang berlaku. <br /><br />“Benar atau tidak, pembentukan Propinsi kapuas raya meliputi lima  kabupaten di kawasan timur Propinsi Kalimantan Barat ini, bukan merupakan suatu wacana, tapi sudah merupakan aspirasi dan keinginan masyarakat,” ungkap Kanisius. <br /><br />Menurut  Mesir  sapaan akrabnya yang juga mantan caleg 2009 dapil 2 sintang dari partai pelopor ini, kan  sudah ada keputusan politik Pemerintah Daerah  maupun legislatif Daerah (DPRD)  dari   5 daerah kabupaten yang tergabung, dan dikuatkan lagi oleh keputusan  tingkat Propinsi induk baik itu  keputusan  DPRD Propinsi  maupun  keputusan Gubernur Kalbar  (saat dijabat Usman Jafar). <br /><br />Menurut Pemuda  asal  ketungau tengah ini  , kalaupun  dikarenakan  moratorium pemerintah pusat, wajib  hukumnya DPRD  Hasil  pemilu  2009  dan  Bupati  terpilih di lima kabupaten tergabung memiliki sikap tegas terhadap niat pembentukan Kapuas Raya ! &nbsp;<br /><br />“Jangan  selalu membuat pembohongan publik, kalaupun  ada  yang mengatakan  ditunda  ini  jelas dan pasti  faktor kepentingan  politik,” tegasnya. <br /><br />Merespon kembali  keputusan politik tersebut, Abang  Darmin  tokoh  pemuda asal Nanga Mau Kayan Hilir ini tegas mengatakan bahwa  penundaan  atas pemekaran propinsi Kalbar menjadi propinsi  Kapuas Raya apalagi membatalkanya, sama saja dengan menodai  Hak  Demokrasi  Masyarakat. <br /><br />Dikatakannya hingga saat ini   semua  keputusan  tidak satu pun yang ditarik kembali atau dibatalkan. Masyarakat sebenarnya hanya menunggu keseriusan para wakil rakyat dan pejabat eksekutif saja. <br /><br />“Persoalannya adalah Apakah kebijakan yang telah diambil tersebut serius atau tidak diperjuangkan?” ungkapnya.<br /><br />Darmin menilai bahwa Kapuas Raya selalu  dikaji  dengan kepentingan politik sesaat. Ide  Kapuas Raya  jangan  dijadikan wacana publisitas yang penuh dengan konspirasi politik kepentingan yang membuat masyarakat menjadi bingung, akibatnya  terkesan adanya  ketidakseriusan dalam  mengawal  kebijakan  yang telah dikeluarkan sebelumnya. <br /><br />“Ada baiknya kita buka kembali file sejarah aspirasi pembentuk Propinsi Kapuas Raya,” ungkap  Herman Bodut  tokoh masyarakat Dayak Uud Danum Kecamatan Serawai. <br /><br />Menurut Bodut yang juga anggota biro adat – istiadat DAD Kab.Sintang periode 2008 – 2012 mengatakan bahwa  jalan  pajang  kapuas raya berawal dari : a). Tahun 1987 adanya Pembagian Wilayah Kerja Propinsi Kalbar diantaranya Pembantu Gubernur Kalbar Wilayah II, berkedudukand di Sintang dengan Pejabat : Hasan Saleh,  Supardal,  Tamar Abdul Salam, Yakobus Luna (mantan Bupati Bengkayang),Plt.ibu Mushjadah( mantan ketua KPU  Sintang), b). Tanggal 22 Februari 1991 rencana Propinsi Kalbar, yang dibagi dalam bentuk Pembantu Gubernur Wilayah II, Telah dipresentasikan Oleh Bapak Drs LH. Kadir (mantan Wakil Gubernur Kalbar)  pada Dewan Otonomi Derah Pusat (DOD) Di Lembang Jabar. c). Tahun 2003 Oleh KNPI Di Sintang  telah diadakan Seminar Wacana Pemekaran Propinsi dengan mengikutsertakan (Kab. Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu). d). Seminar PWI Yang Salah Satu Wacananya Adalah Pemekaran Propinsi Merupakan Salah Satu “Kebutuhan Bukan Suatu Keinginan”. <br /><br />Hasil yang telah dicapai ditandatanganinya Deklarasi Sintang tanggal 14 Agustus 2006 Oleh 5  Bupati, Ketua DPRD dan Tokoh Masyarakat Wilayah Timur Kalbar. Saat mengikuti Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M.Si selaku Koordinator Pembentukan Propinsi Kapuas melakukan ekspos dalam rangka usulan Pemekaran Propinsi Kalbar dengan Pembentukan Propinsi Kapuas Raya pada Komisi II DPR RI di Jakarta (19/3/2008), hal  tersebut  sudah  disampaikan  dan  menjadi  dasar  pemikiran  kita  kata  Herman   Bodut. <br /><br />Menurut Vinsensius Obeng, mahasiswa semester akhir STKIP Persada Khatulistiwa Sintang mengungkapkan  bahwa kurangnya perjuangan percepatan Kapuas Raya saat ini, disebabkan faktor pembentukan Kapuas Raya hanya dijadikan sarana politik. Dikatakan  Obeng yang juga ketua BPK & kader PMKRI cabang Sintang, niat membentuk Kapuas Raya ramai dibicarakan hanya menjelang gawai politik seperti pemilihan caleg, pilgub dan pilkada setelah itu tenggelam dan tidak ada keseriusan mereka untuk mengurusnya.<br /> <br />M.Pahan Apri,S.Pd  Ketua Pemuda Katolik cabang Sintang periode 2010 – 2013  mengatakan, Kapuas Raya adalah kebutuhan / harapan, dan kepentingan. Dua sisi ini menurutnya tidaknlah jauh berbeda. <br /><br />“Terbentuknya Kapuas Raya, harapannya  adalah ;  akan  ada  sebuah  perubahan  yang mampu  dicapai  oleh  propinsi baru baik sumber daya manusia (SDM) maupun infrastruktur, dan hal ini apakah sudah bisa terjawab,” ungkapnya bertanya. <br /><br />Menurut   alumni   STKIP   Widya  Yuwana  Madiun  Jatim yang saat ini bertugas di SMA Negeri 1 Sintang, mengatakan bahwa dalam memperjuangkan Kapuas Raya, diperlukan koordinasi internal dan eksternal secara verikal & horisontal. <br /><br />“Semua elemen masyarakat di kawasan timur kalbar tetap menginginkan Kapuas Raya terbentuk. Dalam  kontek demokrasi hal tersebut sah – sah saja,” ungkapnya. <br /><br />Diingatkan Pahan, bahwa dalam kehidupan bernegara seperti dalam sistem NKRI, bahwa  semua  kendali penyelenggaraan Pemerintahaan, Pembangunan dan Kemasyarakatan ada di Pemerintahan pusat, dan  kalau dihitung – hitung  berapa banyak anggaran daerah yang terbuaang selama ini  hanya untuk promosi Kapuas Raya, sementara  infrastruktur daerah hancur lebur. <br /><br />Alumni SMK Budi Luhur Sintang ini mengingatkan bahwa Kapuas Raya belumlah mendesak untuk saat ini, tapi yang paling prioritas adalah infrastruktur & SDM, dia berharap agar semua elemen masyarakat sama – sama menunggu sampai menjadi sebuah kenyataan. <br /><br />“Pro Ecclesia et Patria, Pro Bono Publico,” ungkapnya. <br /><br />Masih ada dalam  ingatan orang  sintang  tiga tahun lalu (29/8/2008)  anggota  Komisi  II  DPR  RI mengunjungi Kabupaten Sintang sebagai calon ibukota Propinsi Kapuas Raya. Salah alah satu anggota komisi II saat itu adalah Drs.Agus Clarus dari PDIP asal dapil Kalbar. Pertemuan dilaksanakan di Gedung Pancasila Sintang dihadiri pejabat daerah dari lima kabupaten tergabung, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh Adat, unsur ormas , OKP, LSM, pelajar dan mahasiswa. <br /><br />Masih menurut Herman Bodut,  tidak ada satu pun pernyataan dari anggota komisi II DPR RI saat  tatamuka  &  peninjauan lapangan guna melihat secara langsung kondisi fisik kota Sintang yang menyebutkan Kapuas Raya tidak layak diperjuangkan ! Justru Apresiasi dan tekad menggabulkan Kapuas raya dengan Hak Insiatif DPR RI akan ditempuh., Apalagi aspirasi dan keinginan untuk membentuk Propinsi Kapuas Raya secara hukum telah memenuhi syarat legalitas  dan administratif  sebagaimana yang diatur dalam ketentuan tentang pemekaran wilayah / daerah ungkapnya.  Sarana –  prasarana  pendukung  fisik sudah siap termasuk Gedung Serbaguna di jalan J.C.Oevang Oeray Desa Baning kota untuk dijadikan kantor Gubernur Kapuas Raya sudah siap. <br /><br />“Tidak ada alasan jika pemekaran lalu dikatakan sebagai wacana yang tidak berkesudahan.  Semangat perjuangan dan niat baik dari eleman masyarakat dalam mengawal pembentukan Kapuas Raya, seperti halnya di kabupaten melawi telah membentuk Forum Pengawal Perjuangan Pemekaran Propinsi kapuas Raya yang diketuai oleh Sopian Hadi,S.Sos,M.Si, termasuk bapak Adrianus Sa’at, S.Sos (ketua Dewan Adat Dayak  kab.Melawi)  patutlah mendapat respon semua pihak. Dan  rencana  pemekaran Propinsi kapuas raya harus menjadi kenyataan dan bukan hanya wacana belaka,”ungkap Petrus Gan kades Baung Sengatap kecamatan Ketungau Hilir.<br /><br />Dilanjutkan, kepada semua pihak yang sudah membubuhkan tanda tangan harus berani bertanggung jawab, mari wujudkan tanggungjawab kepada banyau katanya dalam bahasa ketungau (artinya masyarakat luas). <br /><br />Harapan Petrus Gan dengan Kapuas Raya  Jalan Sintang – Ketungau termasuk  Sintang – Serawai kondisinya bisa baik  karena beban anggarannya bisa tercapai, tidak seperti saat ini APBD sintang tentu tidak cukup untuk itu. <br /><br />Dirinya juga berharap agar komunikasi politik  para elit di kalbar dan khsusus di lima kabuapaten tergabung harus dan perlu dilakukan. Tahapan aspirasi sudah final, semua langkah – langkah & prosedur sudah berjalan, hanya tinggal bagaimana Bupati  dan DPRD di lima kabupaten yang tergabung dalam kapuas raya bersama dengan Gubernur dan DPRD Propinsi induk ( kalbar) yang menjabat saat ini mempertanyakan kembali kepada komisi II DPR RI.  <br /><br />Dan semua elemen diharapkan segera melakukan koordinasi  bersama jangan  sampai terkesan berjalan sendiri – sendiri. Bagaimana pun tujuan awal terbentuknya Kapuas Raya adalah untuk kebutuhan warga masyarakat  Indonesia yang berdiam di Kawasan Timur Kalbar, dan sebagai pejabat yang sedang berkuasa saat ini harus memiliki semboyan “ Berkuasa untuk aspirasi dan kesejahteraan rakyat”. <br /><br />Zulkarnain, SH  pemuda  kecamatan asal ambalau yang berdarah Kahajan Kalteng ini mengatakan, siapa bilang Gubernur Kalbar saat ini tidak setuju dengan Kapuas Raya.  Membentuk Propinsi bukan seperti kita menagih atau membayar hutang  piutang pungkas Zul, dan sampai saat ini belum ada keputusan politik yang mengatakan Kapuas Raya tidak boleh, ungkapnya bertanya.  <em><strong>“Katutun  Atei  Pak Cornelis diak ngajuk ngawak auh ah tatap kapuas raya mendeng “ </strong></em>(Pak Cornelis tetap setuju dengan Kapuas Raya), ungkap Zul dengan dialeg kahajan Kalteng.  <strong> (…..bersambung)<br /></strong><br /><em><strong>(sumber dalam tulisan ini dimuat berdasarkan beberapa pemberitaan yang kami himpun) </strong></em></p>