Proyek Semenisasi di Kampung Dumaring Diduga Tidak Transparan

oleh

KALTIM (BERAU), KN – Kegiatan proyek lanjutan semenisasi yang terletak di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan tepatnya di jalan Hayam Wuruk RT 07 patut di pertanyakan.

Pasalnya, fisik badan jalan sebelumnya dengan jalan yang baru dikerjakan mengalami banyak keretakan. Padahal anggaran yang dikucurkan dari dana APBN sebesar Rp 217,947,000 (Dua Ratus Tujuh Belas Juta Sembilan Ratus Empat Puluh Tujuh Ribu Rupiah).

Hasil monitoring dilapangan, media ini melihat ada beberapa kejanggalan. Salah satunya panjang kegiatan proyek tidak tertera di baleho anggaran dan diduga kuat proyek pembangunan tersebut tidak transparan.

Dengan adanya beberapa kejanggalan tersebut, media ini langsung menjumpai Kepala Kampung Dumaring Bapak (S).

(S) menjelaskan pemicu retaknya jalan tersebut kemungkinan belum keras sebab jalan tersebut sudah dilalui truck.

Selanjutnya,  media ini mencoba mengkonfirmasi ke Sekretaris Desa Dumaring, Bapak (H) dan disayangkan beliau tidak ada di tempat.

Tidak puas di situ, media ini selanjutnya mencoba mengkonfirmasi Bapak (H) melalui hp seluler. (H) mengatakan dirinya belum melihat kegiatan tersebut dan mengenai jalan yang mengalami keretakan pihaknya, kata dia akan memperbaikinya nanti.

“Waktu saya turun lokasi beberapa waktu lalu tidak ada yang retak, retaknya pun cuma antara sambungan yang lama dengan yang baru dan itu sudah kami benahi,” kata dia singkat.

Saat media ini mempertanyakan berapa panjang lebar dan tebal kegiatan semenisasi tersebut tidak ada jawaban dari bapak (H).

Dari pantauan di lapangan terkait kerjaan yang baru dikerjakan sudah retak makin kuat dugaan kerjaan tidak maksimal dan diharapkan instansi terkait  yang membidanginya kiranya dapat turun kelapangan untuk melakukan cek and ricek terkait pekerjaan semenisasi sebelumnya dan lanjutan semenisasi jalan Hayam Wuruk yang mengunakan uang negara agar menemui kejelasan. (RN)