Manajemen PT Angkasa Pura sudah mempersiapkan dana pembebasan lahan untuk pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan. <p style="text-align: justify;">"Dananya sudah disiapkan namun kami kami tidak bisa menyebutkan jumlahnya karena kewenangan direksi," ujar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Gerrit Mailenzun di Banjarbaru Jumat.<br /><br />Ia mengatakan hal itu usai negosiasi harga pembebasan lahan yang difasilitasi Tim Pembebasan Lahan dengan pemilik lahan. Pertemuan di Aula Gawi Sabaratan Pemkot Banjarbaru itu berakhir tanpa kesepakatan.<br /><br />Pihaknya mengharapkan, proses negosiasi harga tidak berlarut-larut sehingga anggaran pembebasan lahan yang sudah dialokasikan direksi Badan Usaha Milik Negara itu tidak dialihkan ke bandara lain.<br /><br />"Jika negosiasi harga berlarut-larut maka bisa saja anggaran yang sudah dialokasikan dialihkan ke bandara lain yang juga membutuhkan dana untuk pengembangan bandara," katanya.<br /><br />Kemungkinan lain, katanya, direksi mengambil keputusan merelokasi bandara ke kabupaten lain di Kalsel yang dinilai cocok untuk pengembangan bandara sebagai pintu keluar melalui transportasi udara.<br /><br />"Relokasi bandara ke tempat lain merupakan kemungkinan terburuk dan jika itu terjadi maka sangat besar dampaknya bagi masyarakat di sekitar Bandara Syamsudin Noor," ujarnya.<br /><br />Ia menyebutkan, dampak buruk apabila bandara direlokasi adalah tidak berkembangnya kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor yang terletak di Kelurahan Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru itu.<br /><br />Selain terhambatnya perkembangan kawasan, perekonomian masyarakat setempat juga tidak maju dan berkembang karena lingkungan bandara yang tidak bisa dikembangkan ke tingkat yang lebih baik.<br /><br />Ia mencontohkan, Bandara Selaparang Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang direlokasi dari lokasi semula sejauh 40 kilometer sehingga membuat bandara asal tidak bisa berkembang dengan baik.<br /><br />"Kita tentunya tidak menginginkan hal itu terjadi sehingga kami sangat mengharapkan negosiasi harga tanah tidak berlarut-larut, sebaliknya cepat selesai sehingga pembayaran bisa direalisasikan," kata dia.<br /><br />Dia mengatakan, direksi PT Angkasa Pura sudah menargetkan pembangunan terminal Bandara Syamsudin Noor rampung akhir 2013 dengan catatan pengerjaannya dimulai 18 bulan sebelum akhir tahun itu.<br /><br />"Jika diperhitungkan, waktu 18 bulan itu tepat pada Juni 2012 sehingga diharapkan paling lambat pembebasan lahan sudah selesai sehingga pembangunan terminal bandara bisa dimulai," katanya.<br /><br />Proses negosiasi yang dilakukan dua kali yakni Kamis (1/3) dan Jumat gagal karena tidak ada kesepakatan harga taksiran NJOP dan tim independen dengan keinginan pemilik tanah.<br /><br />Proses negosiasi diperkirakan masih berlangsung cukup lama karena pemilik tanah menginginkan harga yang lebih tinggi sehingga Tim Pembebasan Lahan Bandara menunggu kesepakatan pemilik tanah. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















