PT AP I Gelar Latihan Penanggulangan Gawat Darurat

oleh

PT (Persero) Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Kalimantan Selatan menggelar latihan penanggulangan gawat darurat yang terjadi di kawasan bandara setempat, Rabu. <p style="text-align: justify;">Kegiatan yang disaksikan Direktur Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura I Harjoso Tjatur dan Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Dirgantara Raharja ke-63.<br /><br />"Kegiatan ini bertujuan menguji kesiapan seluruh garis komando pelaksanaan operasi dalam menanggulangi kondisi darurat," ujar Harjoso di depan undangan yang terdiri dari TNI/Polri dan unsur terkait.<br /><br />Dijelaskan, penanggulangan kondisi darurat mengacu pada fungsi yang mengutamakan keamanan dan keselamatan penerbangan meliputi fungsi komando, koordinasi, komunikasi dan evaluasi.<br /><br />Tujuannya menjamin respon cepat dari unit terkait yang didukung petugas terlatih dan ahli dibidangnya dengan jumlah yang cukup dan peralatan memadai guna mengatasi kondisi darurat.<br /><br />"Saya melihat ketiga fungsi sudah dijalankan dengan baik termasuk dukungan peralatan yang memadai sehingga penanggulangan kondisi darurat sesuai standar yang ditetapkan dalam aturan penerbangan," katanya.<br /><br />Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan mengatakan, pihaknya mengapresiasi program PT Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandara Syamsudin Noor yang berupaya memberikan jaminan keamanan dan keselamatan penerbangan .<br /><br />"Programnya bagus dan membuktikan bahwa PT Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara benar-benar berupaya mempersiapkan diri untuk menghadapi kondisi darurat demi keamanan dan keselamatan penerbangan," ujarnya.<br /><br />Ia juga menilai, penerapan fungsi komando, koordinasi dan komunikasi antara unsur terkait sudah berjalan baik sehingga apabila menghadapi kondisi darurat sebenarnya maka semuanya bisa teratasi.<br /><br />General Manager PT AP I Bandara Syamsudin Noor Gerrit Mailenzun mengatakan, pihaknya melibatkan seluruh unsur terkait dalam penanganan kondisi darurat yang mengacu standar nasional maupun internasional.<br /><br />Disebutkan, unsur terkait yang dilibatkan seperti TNI/Polri, Airline, ground handling, petugas kesehatan, tim SAR, Metereologi, Pertamina, Pemerintah Daerah, Rumah Sakit, Orari dan Barisan Pemadam Kebakaran.<br /><br />"Keterpaduan unsur terkait menjalankan fungsi komando, koordinasi dan komunikasi merupakan tolak ukur keberhasilan penanggulangan kondisi darurat dan seluruhnya siap melaksanakan tiga fungsi itu," katanya.<br /><br />Sementara itu, skenario penanggulangan gawat darurat dalam rangka peringatan Dirja ke-63 itu diisi dengan aksi penanganan ancaman bom di pesawat "Barito Air" dan sabotase sistem hidrolik pesawat.<br /><br />Aksi lain adalah pengamanan barang terlarang berupa narkoba yang dibawa penumpang melalui bagasi pesawat dan berhasil digagalkan petugas keamanan bandara dan personil keamanan lainnya.<br /><br />Skenario digambarkan sejak pesawat mendapat ancaman bom hingga balik ke bandara karena kerusakan teknis dan terbakar karena posisi mendarat darurat yang tidak normal. <strong>(phs/Ant)</strong></p>