PT.GMU : Mereka Yang Minta Kerja Di Tempat Kita

oleh

Terkait dengan 60 pekerja asal kabupaten Banyuwangi dan Trenggalek Provinsi Jawa Timur yang sempat tertahan karena tak mengantongi surat-surat perjanjian kerja, Manager HRD PT Grand Mandiri Utama, Teguh Susyanto membantah jika pihaknya sengaja mendatangkan para pekerja tersebut. <p style="text-align: justify;">Kepada kalimantan-news.com, usai mengadakan pertemuan dengan pekerja dan Disnakersostran Sintang, Senin (03/10/2011) Teguh menyatakan jika para pekerja inilah yang meminta untuk bekerja ke Sintang.<br /><br />“Mereka yang minta untuk ikut dan bukan kita yang sengaja melakukan perekrutan. Ada beberapa orang yang kenal dengan saya, lalu menelpon untuk ikut bekerja,” jelasnya.<br /><br />Berkaitan dengan prosedur surat-menyurat yang disebutkan pihak Disnakersostran, Teguh mengaku hal itu tidak dibuat karena para pekerja ini sifatnya hanya bekerja borongan.<br /><br />“Saya sebetulnya paham dengan yang dimintakan oleh Dinas bahwa harus ada Akat, tapi para pekerja ini sifatnya hanya bekerja borongan dan tidak juga outsourching karena kita tidak memakai itu,” tambahnya.<br /><br />Alasan menggunakan tenaga kerja dari luar menurut Teguh karena sudah tidak ada lagi tenaga kerja dari masyarakat lokal untuk dipekerjakan.<br /><br />“Sebagian besar tenaga kerja kita adalah masyarakat setempat, mulai dari mandor sampai pekerja biasa yang bekerja ditempat kita. Hampir 99 persen. Sementara kebun kita sangat membutuhkan tenaga kerja yang banyak, sedangkan ketersediaan tenaga lokal sudah tidak ada. Makanya kita cari dari luar,” ungkapnya.<br /><br />Mengenai hak-hak pekerja, dirinya menyatakan hal tersebut sudah menjadi prioritas utama saat pekerja tersebut mulai melakukan aktifitasnya, termasuk masalaha perjanjian kerja.<br /><br />“ Kalau perjanjian kerja kita pasti ada, bahkan untuk asuransi kita juga sudah daftarkan saat mereka mulai bekerja,”tandasnya.<br /><br />PT.Grand Mandiri Utama, kata Teguh bukan kali pertama mendatangkan pekerja dari luar. Sebelumnya juga sudah pernah mendatangkan dari Lampung, namun hanya bertahan beberapa bulan saja.<strong>(*)</strong></p>