PU Butuh Rp300 Miliar Atasi Kemacetan Pontianak

oleh

Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak menyatakan, membutuhkan sekitar Rp300 miliar untuk mengatasi kemacetan di jalan-jalan protokol di kota itu. <p style="text-align: justify;">"Sedikitnya butuh Rp300 miliar untuk mengatasi kemacetan di jalan-jalan protokol di Kota Pontianak, mulai pelebaran jalan, membuat jalan lingkar, dan lain sebagainya," kata Kepala Dinas PU Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Kamis.<br /><br />Edi menjelaskan, anggaran sebesar itu tidak termasuk rencana pembangunan jalan layang dan pembangunan Jembatan Kapuas III dalam mengatasi kemacetan di Kota Pontianak.<br /><br />"Kami tetap memfokuskan rencana pembangunan jalan layang dan Jembatan Kapuas III, karena termasuk faktor penentu dalam mengatasi kemacetan di Kota Pontianak," ungkap Edi.<br /><br />Kepala Dinas PU Kota Pontianak mengatakan, untuk pembangunan jalan layang sepanjang sekitar 600 meter dengan perkiraan biaya sebesar Rp200 miliar.<br /><br />Ia berharap, pemerintah pusat secepatnya merespon terkait kebutuhan pembangunan jalan layang dalam mengatasi kemacetan tersebut.<br /><br />Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Sutarmidji menargetkan, pembangunan jalan layang untuk mengatasi kemacetan di perempatan Jalan Tanjungpura, Imam Bonjol, Pahlawan menuju Jembatan Kapuas I, tiga tahun lagi sudah terwujud.<br /><br />"Mudah-mudahan pembangunan jalan layang dalam mengatasi kemacetan sudah bisa diwujudkan, tiga tahun ke depan," kata Sutarmidji.<br /><br />Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Pontianak sudah membuat kajian pembangunan jalan layang tersebut, dan akan diajukan pada musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) nasional.<br /><br />"Sudah selayaknya Kota Pontianak memiliki fasilitas jalan layang dalam mengatasi kemacetan pada perempatan tertentu," ungkapnya.<br /><br />Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak telah memberlakukan larangan bagi kendaraan roda enam ke atas untuk melewati jembatan itu, meskipun sebelumnya sempat mendapat protes dari sejumlah supir truk. <strong>(phs/Ant/foto ilustrasi: pontianak.tribunnews.com)</strong></p>