Puing-Puing Kantor Bupati Dibersihkan

oleh

Pemerintah Kabupaten melawi melakukan pembersihan puing-puing kantor Bupati Melawi yang terbakar, Selasa (10/1/2017). <p style="text-align: justify;">Pembersihan puing-puing tersebut disaksikan langsung oleh bupati Melawi, Panji, Sekda Melawi Ivo Titus Mulyono, kepala dinas PU Makarius Horong serta pejabat lain di lingkungan pemkab Melawi.<br /><br />Selain menggunakan satu unit alat berat untuk melakukan pembersihannya, sejumlah pegawai dari dinas kebersihan Melawi, Aparat satpol PP serta pegawai dan staf perlengkapan juga dikerahkan untuk mengangkut material yang ada.<br /><br />Bupati Melawi yang ditemui disela-sela memantau pembersihan tersebut mengatakan, pihaknya sudah ada dasar untuk melakukan pembongkaran tersebut, yakni surat dari Polres dan dari Polda Kalbar. “Jadi bangunan ini sudah boleh dibersihkan dan dianggap tidak ada masalah lain yang perlu ditindak lanjut,” ungkapnya.<br /><br />Dengan demikian, lanjutnya, pihak pemkab melawi juga berterimakasih telah menyurati secara resmi, bahwa bangunan ini sudah boleh dibersihkan. Maka dari itulah puing-puing bangunan tersebut baru bisa dilakukan pembersihan.<br /><br />“Berikutnya, tergantung komunikasilah, terutama dari kawan-kawan Pemkab, mau dijadikan apa atau dibangun apa  lokasi ini. Dimanfaatkan sudah pasti, karena kita menginginkan harus dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat,” ucapnya. <br /><br />Panji mengatakan, untuk dijadikan taman sepertinya tidak akan dilakukan. Namun lebih kepada pembangunan sesuatu yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat. “Jadi mengenai apa itu, nanti akan dibicarakan,” ujarnya.<br /><br />mengenai berapa jumlah asset yang masih bisa diselamatkan, Panji mengatakan, itu akan didata oleh pihak asset, karena bangunan tersebut akan disusul dengan penghapusan asset. Sesuai dengan mekanisme yang berlaku.<br /><br />Sementara itu, Sekretaris Daerah Melawi, Ivo Titus Mulyono mengatakan, nilai kerugiannya belum terhitung berapa benda-benda yang terbakar. Sewaktu yang dihitung dulu, itu dihitung keseluruhannya, bukan yang terbakar. “Jadi tinggal nanti kami hitung, nilai keseluruhan di kurangi nilai yang terbakar,” terangnya.<br /><br />Ellen F. Pattipeilohy selaku Kabid Asset mengatakan, jika untuk kerugian dalam terjadinya kebakaran tersebut, harus dihitung lebih lanjut. Sebab ada banyak bagian terbakar yang memang harus dihitung ulang. <br /><br />“Saat ini bagian asset sudah mulai melakukan penghitungan asset yang terbakar. Sebelumnya sih hitungan secretariat daerah dengan nilai bangunannya ada sekitar Rp. 29 milyar lebih, tapi yang terbakar tidak segitu,” pungkasnya. (KN)</p>