Pulang Pisau Berupaya Laksanakan Program Wajib Belajar

oleh

Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah (Kalteng) berupaya melaksanakan program wajib belajar 12 tahun guna peningkatan sumber daya manusia di daerah itu. <p style="text-align: justify;">"Sebagai wujud keseriusan dalam melaksanakan wajib belajar 12 tahun tersebut, berbagai upaya telah kami laksanakan antara lain penyediaan gedung sekolah SMA/SMK yang terjangkau secara geografis oleh masyarakat," kata Bupati Pulang Pisau Achmad Amur di Pulang Pisau, Senin.<br /><br />Ia mengatakan di seluruh kecamatan setempat telah tersedia sejumlah SMA/SMK dan secara perlahan akan terus dipenuhi sehingga mampu menampung lulusan SMP/MTS sebagai tekad dan komitmen guna mendekatkan pendidikan menengah lanjutan kepada masyarakat.<br /><br />Upaya selanjutnya yakni konsisten menyediakan anggaran bantuan operasional pendidikan setiap tahunnya, dimana indeks yang disediakan dalam APBD Kabupaten Pulang Pisau sebesar Rp600 ribu per siswa per tahun.<br /><br />Sebelumnya disediakan sebesar Rp500 ribu per siswa per tahun, baik untuk sekolah negeri maupun swasta termasuk Madrasah Aliyah.<br /><br />"Dengan program ini maka Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mencanangkan sekolah gratis di Kabupaten Pulang Pisau," katanya.<br /><br />Anggaran sektor pendidikan terus ditingkatkan secara signifikan setiap tahun. Pada tahun 2007 anggaran pendidikan pada angka 19,9 persen, tahun 2008 sebesar 23,96 persen, tahun 2009 sebesar 25,01 persen, tahun 2010 sebesar 34,27 persen dan pada tahun 2011 sebesar 35,5 persen.<br /><br />Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau terus memadukan dengan program lain sebagai program pendukung, katanya.<br /><br />"Untuk itu Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau terus berupaya menekan angka kemiskinan dengan menajamkan program yang berdampak pada penurunan angka kemiskinan," katanya.<br /><br />Pada tahun 2010 yang lalu angka kemiskinan Kabupaten Pulang Pisau telah mencapai 6,18 persen, jauh menurun dibandingkan pada tahun 2006 sebesar 10,86 persen.<br /><br />"Kami menganggap bahwa semakin tinggi tingkat kesejahteraan masyarakat, maka kemampuan untuk mengakses pendidikan yang lebih baik akan semakin lebih baik juga," demikian Achmad Amur. <strong>(das/ant)</strong></p>