Wakil Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Edy Pratowo mengatakan daerah itu perlu dibangun industri perberasan karena produksi gabah yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. <p style="text-align: justify;">"Kabupaten Pulang Pisau pada tahun ini surplus beras sebanyak 25,3 ribu ton, merupakan salah satu kabupaten penyangga produksi beras di Kalteng setelah Kabupaten Kapuas " katanya di Pulang Pisau, Kamis.<br /><br />Melihat produksi gabah yang terus meningkat dan mengalami surplus setiap tahunnya merupakan satu kesempatan untuk membangun pabrik pengolah padi menjadi beras didaerah itu kedalam.<br /><br />Hasil beras yang dikemas kedalam ukuran 10 atau 20 kilogram tersebut kemudian dijual ke pasar daerah setempat ataupun mini market, salah satunya mini market yang ada di Palangka Raya.<br /><br />Tujuannya tiada lain untuk mempertahankan gabah yang dihasilkan petani didaerah itu agar tidak dibawa keluar daerah serta diharapkan juga dapat meningkatkan pendapatan petani.<br /><br />"Tentunya dengan adanya pabrik pengolah padi menjadi beras atau rice mixing unit dibangun didaerah ini diharapkan dimanfaatkan dengan baik sehingga hasil produksi padi Kabupaten Pulang Pisau tidak dibawa keluar daerah," katanya.<br /><br />Sejauh ini, katanya, gabah yang dihasilkan dari Kabupaten Pulang Pisau dibeli oleh para pedagang dari luar daerah itu, terutama pedagang dari Kalimantan Selatan, kemudian diolah dan dikemas kedalam berbagai ukuran, yang dijual kembali di Kalteng.<br /><br />Sehingga dengan kondisi yang terjadi saat ini, maka dirinya sangat berharap agar Kabupaten Pulang Pisau dapat mendirikan industri beras dalam kemasan tersebut.<br /><br />Sementara untuk pengelolaan pabrik beras dalam kemasan tersebut nantinya bisa saja diserahkan kepada perusahaan daerah yang telah dibentuk oleh pemerintah daerah atau pihak ketiga.<br /><br />"Hasil produksi beras ini nantinya akan diolah dalam kemasan yang nanti dipasarkan sehinga Kabupaten Pulang Pisau dapat dikenal oleh masyarakat dengan produk beras dalam kemasan," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>















