Pulang Sekolah, Pelajar Tenggelam Di Sungai Pinoh

oleh

Duka mendalam begitu dirasakan pasangan suami istri Mulyadi dan Sri Yulianti ini. Anak mereka bernama Zulfa (11) hingga kini belum ditemukan setelah tenggelam di Sungai Pinoh, Sabtu (20/9) pagi lalu. <p style="text-align: justify;">Kesedihan inipun dirasakan hampir seluruh keluarga kerabat yang memang sebagian besar berasal dari Kota Baru, Kecamatan Tanah Pinoh. <br /><br />Zulfa, gadis ceria dan cantik ini tenggelam setelah bermain dengan teman-temannya di sebuah batu di tepi Sungai Pinoh yang berada di Dusun Serundung, Desa Tanjung Niaga. Siswa kelas VI tersebut bermain di sungai usai pulang dari sekolah. Sabtu itu, memang SD 17 Nanga Pinoh pulang lebih cepat karena dilakukan kerja bakti di sekolah.<br /><br />Paman Korban, Mamad mengungkapkan, Zulfa bermain bersama tiga temannya yang juga pelajar SD tersebut di bebatuan yang berada di tepi Sungai Pinoh. Tanpa diketahui awalnya keempat anak ini tiba-tiba kemudian terjatuh kedalam sungai dan terseret arus yang lumayan deras. Kendati Sungai Pinoh sebenarnya sedang surut karena kemarau, namun arus dan kedalaman sungai masih sangat membahayakan, khususnya pada alur di dekat bebatuan tersebut.<br /><br />“Zulfa memang tak bisa berenang. Bahkan sejak enam tahun, dia tak pernah pergi ke sungai,” kata Mamad.<br /><br />Ia melanjutkan, setelah sempat terbawa arus, tiga dari empat anak tersebut memang berhasil selamat karena ada orang yang turun ke sungai dan menyelamatkan. Hanya orang ini tak tahu kalau ada empat anak yang terbawa arus sehingga gagal menyelamatkan Zulfa.<br /><br />Dari keterangan Kapolsek Nanga Pinoh, AKP Adi Nugroho yang ditemui wartawan di rumah duka, Minggu (21/9) mengungkapkan tiga teman Zulfa, yakni Indri, Selvi dan Mutiara berhasil diselamatkan oleh seseorang yang tinggal di dekat lanting sungai Pinoh tak jauh dari tempat tenggelamnya Zulfa.<br /><br />“Selain itu, katanya disitu kebetulan ada speed boat yang melintas dan langsung menyelamatkan tiga anak ini. Sementara Zulfa terbawa arus sungai dan belum diketahui keberadaannya hingga kini,” katanya.<br /><br />Adi pun mengungkapkan, dari keterangan sejumlah saksi, dari empat anak tersebut, hanya Indri yang memang memiliki kemampuan berenang. Informasi yang dihimpun wartawan juga sedikit simpang siur, karena ada yang mengatakan bahwa Zulfa awalnya ingin menyelamatkan kawannya yang tenggelam, namun kemudian ikut tertarik ke dalam sungai dan kemudian malah menjadi korban tenggelam.<br /><br />“Kejadiannya sekitar jam 9. Pencarian pun langsung dilakukan saat itu, termasuk dari Polres dan Polsek ikut menyisir sungai menggunakan speed,” jelasnya.<br /><br />Dipaparkan Adi, pada saat kejadian pun sebenarnya tidak hanya empat anak ini yang bermain di bebatuan Sungai Pinoh. Tapi banyak juga rekan-rekan mereka yang bersama-sama bermain di bebatuan tersebut.<br /><br />Hingga sore Minggu (21/9), Zulfa belum juga ditemukan oleh tim pencari yang terdiri dari kepolisian, Tagana dan masyarakat. Bahkan pencarian juga meluas hingga ke Sungai Melawi dengan radius beberapa kilometer.<br /><br />Salah seorang anggota Tagana, Ira yang dihubungi melalui telepon genggam, pencarian korban tenggelam bahkan sudah sampai ke wilayah Dusun Pangkoh dan Masam, di perairan Sungai Melawi. Namun hingga sore, upaya penyisiran untuk menemukan korban juga belum mendapatkan hasil.<br /><br />Kejadian ini juga menjadi perhatian Bupati Melawi, Firman Muntaco yang langsung mendatangi kediaman Zulfa di Desa Paal, tak jauh dari Lapangan Kecamatan Nanga Pinoh. Kedatangannya untuk memberikan dukungan moral dan ikut menyatakan berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa Zulfa.<br /><br />Firman juga kemudian mengunjungi tempat terjadinya awal peristiwa tenggelamnya anak-anak SD tersebut di Sungai Pinoh. <strong>(ek/kn)</strong></p>