Puluhan Hektare Kebun Warga Ludes Dilalap Api

Puluhan hektare kebun kelapa sawit dan karet milik masyarakat Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dilaporkan ludes dilalap api akibat kebakaran lahan di daerah tersebut, dan diperkirakan kerugian puluhan juta. <p style="text-align: justify;">"Saya sudah dibantu lima warga lainnya untuk memadamkan api, tapi terus menjalar. Selain kebun sawit, puluhan hektare kebun sawit di kawasan itu juga terbakar," kata Doni, salah satu pemilik kebun di Desa Tinduk Kecamatan Baamang, Senin.<br /><br />Kebakaran lahan itu diduga dipicu ada warga yang membakar semak belukar di lahan kosong akhir pekan lalu, namun tidak diawasi. Akibatnya, api dengan cepat meluas karena lahan gambut memang kering akibat kemarau.<br /><br />Warga berjuang keras memblokir kebakaran lahan, namun sulit dilakukan karena api dengan cepat menjalar. Bara yang berterbangan dan jatuh di lahan kosong lainnya, dengan cepat menjadi titik api akibat ditiup angin sehingga membuat warga kewalahan memadamkannya.<br /><br />Hujan deras sempat mengguyur Sampit, ternyata hanya mengurangi kebakaran sesaat. Kini kebakaran lahan kembali terjadi di sejumlah lokasi. Bahkan, ada warga yang menginap di pondok di kebun menjaga agar api tidak sampai merembes ke kebunnya.<br /><br />"Kalau dihitung, satu hektare dengan 170 bibit sawit yang ditanam empat bulan lalu, kerugian total sekitar Rp10 juta/hektare. Kemarin bibitnya saja saya membeli yang bagus dengan harga Rp40.000 per pohon," kata Doni.<br /><br />Masyarakat Kotim diingatkan tetap mewaspadai kebakaran lahan. Titik panas kini kembali bermunculan menandakan potensi kebakaran lahan kembali meningkat.<br /><br />Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotim, kebakaran lahan yang terjadi selama 1-26 Agustus sebanyak 294 kali dengan luasan 233,46 hektare. Sebagian lokasi kebakaran cukup jauh dari badan jalan sehingga sulit dijangkau petugas pemadam kebakaran. (das/ant)</p>