Puluhan Masa Yansen Kembali Datangi Kejari

oleh

Sidang kasus dugaan korupsi dengan terdakwa Yansen Akun Efendi, sempat mengalami molor yang cukup panjang karena rencana awal sidang dilaksanakan pada pukul 9.00 WIB. Mengalami molor dan baru bisa dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB, sidang yang digelar di ruang sidang utama PN Sanggau tersebut dihadiri oleh puluhan simpatisan mantan orang nomor satu di Sanggau tersebut.Sidang dugaan korupsi tersebut rencananya akan dilanjutkan pada Rabu (20/7) mendatang dengan agenda pembacaan putusan terhadap para terdakwa. <p style="text-align: justify;">Pada pagi hari jelang pelaksanaan sidang digelar, puluhan simpatisan Yansen kembali mendatangi kejaksaan negeri (Kejari) Sanggau guna mempertanyakan dakwaan yang disampaikan kepada Yansen. Mereka mendesak pihak kejaksaan untuk menghadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tersebut yakni Yogiswara agar menghadiri persidangan hingga selesai.<br /><br />Dengan membawa kertas dan spanduk bertuliskan “Yansen Tidak Bersalah” dan yang lainya, para simpatisan Yansen tersebut mendesak untuk bertemu dengan Kejari Sanggau Tito Prasetyo SH MH. Mereka meminta jaksa terlebih mempelajari kasus tersebut sebelum menyampaikan tuntutan, karena yang dianggap bersalah dalam kasus tersebut adalah panitia pengadaan tanah.<br /><br />“Kami meminta kejaksaan bersih dari nuansa politis dalam kasus ini, jangan sampai Yansen yang kami anggap berperan dalam pembangunan Sanggau ini justru dijebloskan ke penjara. Sementara anggota panitia pengadaan tanah bebas, dan kami semua siap menggantikan Yansen dipenjara jika sampai vonis menyatakan Yansen bersalah,” ujar seorang pendukung Yansen Gusti Roni ketika dikonfirmasi.<br /><br />Kepala kejaksaan negeri (kajari) Sanggau Tito Prasetyo SH MH, secara terpisah mengatakan dirinya menjamin bahwa tidak ada nuansa politis yang menyusupi kejari Sanggau dalam kasus tersebut. Pihak kejaksaan menurutnya bekerja sesuai dengan koridor yang ada, termasuk pada saat tuntutan yang disampaikan beberapa waktu yang lalu.<br /><br />“Saya menjamin tidak ada titipan kepada pihak kejaksaan termasuk politis dalam kasus dugaan korupsi pengadaan TPA Meliau ini. Kami bekerja sesuai dengan koridor yang ada, dan menggunakan hasil audit dari BKPK sesuai dengan yang disyaratkan kepada kami dalam menjalankan tugas sesbagai seorang jaksa,” ungkapnya, Senin (18/7).<br /><br />Kajari Sanggau juga berani menjaminkan jabatanya sebagai kepala kejaksaan negeri Sanggau jika kemudian ditemukan bukti bahwa dirinya mendapat titipan dalam kasus tersebut. Dirinya mengatakan siap dicopot dari jabatanya sebagai kajari Sanggau, pernyataan tersebut untuk menguatkan bahwa dirinya bekerja sesuai dengan prosedur yang ada.<br /><br />“Saya siap dicopot sebagai kajari Sanggau jika memang ada yang bisa menunjukan bukti bahwa saya mendapatkan titipan dalam kasus ini. Kita juga mempertimbangkan berbagai aspek ketika menyampaikan tuntutan kepada para terdakwa, termasuk diantaranya nilai kerugian yang diderita negara dan jasa yang menjadi terdakwa dalam kasus ini,” ungkapnya.<strong> (phs)</strong></p>