Puluhan Ribu Ton Batubara Menumpuk Di Barito

oleh

Puluhan ribu ton batubara di wilayah Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya, Kalimantan Tengah menumpuk tidak terangkut akibat pedalaman Sungai Barito surut sepekan lebih. <p style="text-align: justify;">"Puluhan ribu ton batubara itu masih menumpuk di pelabuhan khusus (stok file) dan sebagian sudah berada di dalam tongkang, karena debit air Sungai Barito masih belum bisa dilayari kapal dan tongkang," kata Petugas Teknis Lalu lintas Sungai Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Barito Utara (Barut), Rizalfi di Muara Teweh, Rabu. Angkutan tambang batubara milik sejumlah perusahaan pemegang izin kuasa pertambangan (KP) maupun pemegang izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) di dua kabupaten tersebut terhenti sejak 27 Pebruari 2011 hingga sekarang akibat debit air di bawah normal. <br /><br />Menurut Rialfi, debit Sungai Barito pada Rabu sore pada skala tinggi air (STA) Muara Teweh masih menunjukkan angka 4,65 meter yang menunjukan angka ketinggian air belum aman bagi pelayaran kapal bertonase besar. "Meski daerah ini turun hujan, namun debit air naik masih sedikit belum aman untuk angkutan tambang berlayar," katanya. Dia mengatakan, tongkang yang sudah bermuatan batubara tidak bisa berlayar akibat terperangkap di pedalaman Sungai Barito mencapai 17 unit dengan muatan rata-rata berkapasitas 5.500 ton per tongkang. <br /><br />Kemudian ditambah ribuan ton batu bara yang menumpuk di pelabuhan khusus karena sekitar 20-an unit lebih tongkang kosong juga tidak bisa memuat angkutan tambang tersebut. <br /><br />Puluhan tongkang baik bermuatan kosong itu bersandar di wilayah Bukau Kecamatan Teweh Tengah, Barito Utara dan di hilir jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh. <br /><br />"Kalau hujan lebat mengguyur wilayah pedalaman, kemungkinan besar transportasi angkutan batu bara yang mengandalkan satu-satunya angkutan melalui Sungai Barito itu bisa normal kembali," katanya. Namun saat ini ketinggian air Sungai Barito sulit diduga, bisa saja dalam beberapa hari lagi angkutan lancar namun kemudian kembali surut. Selain itu tongkang untuk mengangkut ribuan ton minyak sawit mentah (CPO) milik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Antang Ganda Utama PIR-Butong Kecamatan Teweh Tengah juga tertahan tidak bisa mengangkut keluar daerah. "Tongkang untuk mengangkut CPO sempat masuk, namun Sungai Barito cepat surut sehingga untuk membawa keluar daerah harus menunggu air dalam," kata seorang warga. <strong>(das/ant)</strong></p>