Puluhan Rumah Di Muara Teweh Terendam Banjir

Puluhan rumah di sejumlah kawasan pemukiman penduduk di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah, terendam banjir akibat hujan lebat dan meluapnya Sungai Bengaris (anak Sungai Barito). <p style="text-align: justify;">"Banjir yang merendam rumah warga terjadi pagi hingga siang hari ini berlangsung sekitar lima jam," kata seorang warga Jalan Ronggolawe Muara Teweh, Tus Hariadi, Senin (05/11/2012).<br /><br />Hujan lebat yang melanda wilayah kabupaten pedalaman Sungai Barito itu terjadi Minggu (04/11/2012) malam sejak pukul 22.00 WIB hingga Senin (05/11/2012) pagi sekitar 07.00 WIB akibatnya Sungai Bengaris meluap dan melanda sejumlah pemukiman penduduk di dataran rendah.<br /><br />Kawasan pemukiman yang terendam banjir itu di antaranya Jalan Ronggolawe, Jalan Simpang Pramuka dan komplek perumahan Mekar Indah Jalan Wira Praja Muara Teweh.<br /><br />"Tiga kawasan pemukiman ini berada di sekitar Sungai Bengaris, sehingga kalau hujan lebat dalam cukup lama pasti terendam," kata Hariadi yang rumahnya terendam banjir sekitar 70 centimeter.<br /><br />Menurut dia, banjir ini memang tidak lama hanya sekitar 5-6 jam, namun membuat aktivitas warga terganggu, karena rumah sebagian besar terendam air.<br /><br />Banjir ini akan parah dan lebih lama kalau Sungai Barito naik, namun saat hujan turun, sungai yang wilayah hulunya di Kalteng dan bermuara di laut Jawa wilayah Kalimantan Selatan itu debit airnya tidak naik.<br /><br />"Seandainya debit Sungai Barito naik, maka banjir dipastikan lama karena arus Sungai Bengaris tertahan," jelasnya.<br /><br />Banjir yang melanda kawasan pemukiman itu masih belum diketahui apakah ada korban jiwa maupun harta benda.<br /><br />Sementara Kepala Kelompok Tenaga Teknis pada Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Bandara Beringin Muara Teweh, Sunardi mengatakan, hujan lebat yang mengakibatkan sejumlah rumah penduduk terendam banjir ini mencapai 127,5 milimeter.<br /><br />"Hujan selama tujuh jam itu memang cukup lebat dan waktunya relatif lama," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>