Puluhan TKW Pulang Dalam Kondisi Hamil

oleh

Sedikitnya 25 orang dari ratusan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Cianjur, Jabar, yang dipulangkan pemerintah Arab Saudi, karena berbagai macam masalah, dalam kondisi hamil dan membawa anak balita. <p style="text-align: justify;">Sedikitnya 25 orang dari ratusan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Cianjur, Jabar, yang dipulangkan pemerintah Arab Saudi, karena berbagai macam masalah, dalam kondisi hamil dan membawa anak balita.<br /><br />Raut wajah anak-anak yang dibawa TKW itu, layaknya orang timur tengah dengan idung bangir, kulit putih dan rambut keriting. Sehingga wajah mereka tidak mirip dengan wajah warga lokal dengan kulit sawo matang.<br /><br />"Saya memilih kabur dari rumah majikan di Saudi, karena tidak kuat dengan perlakuan majikan," kata salah seorang TKW yang membawa balita.<br /><br />Setelah berhasil kabur dari rumah sang majikanya, Mawar dan bayi yang dilahirkannya, hidup terlunta-lunta dan terpaksa tidur di bawah kolong jembatan bersama ratusan TKI bermasalah lainnya.<br /><br />"Selang tiga bulan terlunta-lunta, akhirnya saya dan ratusan TKI lainnya, tertangkap polisi Arab Saudi dan sempat ditahan selama beberapa minggu, hingga akhirnya di pulangkan ke Cianjur," katanya.<br /><br />Dia menuturkan, selama tinggal di bawah kolong jembatan itu, ratusan bahkan ribuan TKI, yang sebagian besar wanita, menyambung hidup dengan berbagai cara untuk mendapatkan uang.<br /><br />Mulai dari bekerja serabutan di negara tersebut. Namun, saat pemerintah otoritas setempat melakukan sweeping dan razia besar-besaran, ratusan TKI, bermasalah itu tertangkap dan selanjutnya dideportasi ke negara asalnya.<br /><br />"Saya tidak tahu bagaimana nasib saya sesampainya di kampung nanti. Saya membawa anak, sedangkan di kampung saya masih punya suami," keluh Ita TKW asal Kecamatan Agrabinta, Cianjur.<br /><br />Hal senada terucap pula dari puluhan TKW yang bernasib sama. Mereka tidak tahu harus bagaimana sesampainya di kampung halaman masing-masing. Namun mereka hanya bisa pasrah dengan nasib yang telah menimpanya.<br /><br />"Apapun nanti yang akan terjadi, saya hanya bisa pasrah. Saya akan membesarkan anak yang ada di dalam kandungan saya ini," ucap Imas TKW asal Kecamatan Campaka, Cianjur, berlinang air mata. (Eka/Ant)</p>