Puluhan Warga Dari Bunut Hulu Datang Kantor PLN

oleh

Sedikitnya sekitar 30 orang warga Desa Nanga Semangut Kecamatan Bunut Hulu, mendatangi Kantor PT. PLN Rayon Putussibau dijalan Lintas Utara, Kecamatan Putussibau Utara sekitar pada Jum’at (21/12/2012). <p style="text-align: justify;">Kedatagan puluhan warga Bunut Hulu tersebut mempertanyakan kejanggalan tagihan listrik bulanan yang dilakukan oleh pihak PT.PLN Putussibau yang  dinilai tidak sesuai dengan pemakaian warga yang sebenarnya, hal ini terbukti selisih angka dari bulan ke bulan yang bersangkutan melibihi pemakian standar, bahkan tagihan pihak PLN mencapai hingga jutaan rupiah.<br /><br />Kedatangan sejumlah warga yang mengeluh atas layanan PLN diterima di Aulan Kantor PT.PLN Rayon Putussibau yang dikawal ketat oleh petugas keamanan dari Polres Kapuas Hulu. Tidak hanya melakukan audensi ke Kantor PT. PLN Rayon Putussibau, warga yang mengaku sudah mendatangi empat kali kepada pihak PLN mengaku sudah menyurati kepada Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu yang ditembusi kepada Bupati Kapuas Hulu,Kapolres Kapuas Hulu.<br /><br />Salah satu juru bicara warga, Guparudin mengatakan bahwa warga Bunut Hulu tidak menerima pernyataa pihak PLN Putussibau yang mengatakan angka ketertinggalan tersebut dikatakan angka penumpukan pemakian kwh yang belum dibayar alias hutang penumpukan kwh warga , warga berharap dari PT.PLN menyediakan kartu meter pelanggan sebagai berkas catatan pemakian angka kwh setiap bulannya yang tertera atau digantung pada stut meteran PLN. <br />Warga minta adanya uji pemakaian selama tiga bulan berturut-turut kemudian diambil angka kwh rata-rata dalam waktu tiga bulan, warga pada intinya tidak bersedia membayar tagihan listrik bila terdapat selisih angka catatan bulanan bersangkutan, warga tidak akan membayar rekening listrik apabila tagihan belum sesuai dengan pemakian, warga meminta pad pihak PLN melampirkan standar biaya pemasangan listrik yang baru sesuai aturan pemerintah yang berlaku, warga kecamatan bunut hulu meminta PT.PLN Putussibau tidak melakukan pemadaman istrik secara sepihak.<br /><br />Menanggapi keluhan masyarakat, Safaria selaku  Manejer PT. PLN  (Persero) Rayon Putussibau menawarkan solusi agar masyarakat memasang meteran sistim prabayar sehingga masyarakat secara jelas mengetahui berapa besar biaya pemakaiannya. <br /><br />“Ini solusi yang kita tawarkan, akan tetapi sebelumnya masyarakat mesti melunasi tunggakan selama empat bulan, dan saya rasa ini solusi terbaik, sedangkan persoalan yang terjadi yang menjadi keluhan masyarakat itu merupakan  pengalihan dari system manual ke system online, sehingga agar konsumen sama-sama puas kita tawarkan pemasangan meteran prabayar,”jelasnya.<br /><br />Atas solusi tersebut, masyarakat Kecamatan Bunut Hulu yang melakukan audensi mengaku setuju. <br /><br />“Jika demikian kami setuju, asalkan PT.PLN benar-benar komitmen menyelesaikan persoalan tersebut, sebab persoalan dan keluhan masyarakat bukan baru kali ini, yang kami inginkan hanya jalan keluarnya,”kata H. M. Sawi. <strong>(phs/foto: dok)</strong></p>