Puncak GMT Cuaca Di Sampit Diprediksi Cerah

oleh

Puncak kejadian fenomena Gerhana Matahari Total di wilayah Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada Rabu (9/3) nanti cuaca di daerah itu diprediksi akan cerah. <p style="text-align: justify;">"Kondisi cuaca yang cerah tentunya sangat cocok dan tepat untuk menyaksikan GMT di Sampit," kata Kepala Badan Mteorologi Klimatologi Geofisika stasiun Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Yulida Warni di Sampit, Jumat.<br /><br />Dibandingkan dengan daerah lain, kondisi cuaca di Sampit saat kejadian puncak GMT lebih cerah.<br /><br />Kondisi cuaca yang cerah tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyaksikan momen penting dan langka tersebut.<br /><br />"Saya berharap masyarakat tetap waspada dan berhati dalam menyaksikan kejadian GMT," katanya.<br /><br />Yulida mengimbau masayarakat tidak melakukan kontak mata atau menatap secara langsung saat gerhana matahari karena dapat mengakibatkan kerusakan pada retina mata dan berdampak pada katarak serta kebutaan.<br /><br />GMT diperkirakan akan terjadi pada pagi Rabu (9/3), dan akan melintasi 11 provinsi di Indonesia, yakni Bengkulu, Jambi, sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.<br /><br />"Untuk wilayah Kalimantan Tengah gerhana matahari total hanya dapat di saksikan dengan jelas di dua tempat, yakni Palangka Raya dan Kabupaten Kotim," katanya.<br /><br />GMT di wilayah Kabupaten Kotim akan terjadi sekitar pukul 07.27 WIB, sedangkan Palangka Raya akan terjadi sekitar pukul 07.28 WIB.<br /><br />Sementara itu, pada hari H kejadian GMT 9 Maret 2016 nanti pemerintah Kotim akan mengemas fenomena langka itu dalam sebuah kegiatan pariwisata daerah dengan menggelar berbagai acara.<br /><br />"Rangkaian ini melibatkan banyak pihak karena kita ingin momen yang sangat langka ini juga menimbulkan kesan berbeda. Pemerintah daerah mengundang masyarakat dan wisatawan dari luar daerah yang ingin hadir," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kotim, Multazam.<br /><br />Kegiatan dalam menyambut gerhana matahari total itu nantinya akan dipusatkan di pinggiran sungai Mentaya, tepatnya di area patung ikan jelawat.<br /><br />Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan nanti dimulai shalat gerhana matahari atau shalat Kusuf pada pukul 06.00 WIB di Masjid Al Madinatul Mubaraqah atau lebih dikenal dengan sebutan Masjid Kota. Shalat di masjid yang berjarak hanya sekitar 10 meter dari ikon kota patung jelawat ini dikoordinasi oleh kantor Kementerian Agama Kotim.<br /><br />Acara ini diisi dengan pertunjukan tari tradisional yang menampilkan tari pesisir dan tari pedalaman. Acara ini dilaksanakan objek wisata ikon kota patung jelawat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan menggandeng sejumlah kelompok tari.<br /><br />Di lokasi yang sama, tepatnya di bagian pojok Pujasera, panitia menggelar wisata jajanan tradisional. Sambil menyaksikan fenomena gerhana matahari total, pengunjung juga bisa merasakan beragama jajanan tradisional Kotim yang belum tentu bisa dijajakan pedagang setiap hari. (das/ant)</p>