Pupuk Bersubsidi Banyak Beredar Di Pedagang?

oleh

Jangankan menerima jatah, sudah hampir 3 tahun semua Kelompok Tani (KT) di Dusun Selebak Desa Benua Baru Kecamatan Tempunak tidak pernah melihat pupuk bersubsidi. <p style="text-align: justify;">Padahal, nama KT mereka terdaftar dalam pengajuan pihak pengecer resmi setempat. Yang mengherankan, pupuk bersubsidi justeru banyak beredar di para pedagang sembako. Begitu dikatakan Ketua KT Kerapa Petaur di Selebak, Nikodimus, hari Sabtu sore (17/4/2013).<br /><br />Menurutnya, dalam waktu dekat ini semua KT di Selebak dan sekitarnya akan menggelar pertemuan, guna merumuskan langkah-langkah yang akan diambil untuk menyikapi kondisi ini. Dan jika perlu, akan melakukan unjuk rasa di kantor agen resmi pupuk bersubsidi di Sintang, tuturnya pula.<br /><br />Hampir setiap saat, para petani mendengar himbauan Bupati Sintang untuk menanam dan terus menanam karet. Namun Agen resmi yang mendapat Sirat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Pemerintah Kabupaten Sintang tidak pernah dikontrol aktivitasnya. Para anggota KT juga akan meminta secara resmi kepada pihak kepolisian, untuk mengusut kemana raibnya pupuk bersubsidi untuk Desa Benua baru ini.<br /><br />“Mudah-mudahan, keresahan ini sudah terpantau oleh Bhabinkamtibmas Kepolisian Sektor Tempunak. Namun kami belum mengetahui, apakah Desa Benua Baru ini masuk dalam katagori Desa Sentuhan, Desa Pantauan, atau Desa Binaan dari Bhabinkamtibmas Polri,” ucapnya dengan nada tinggi. <strong>(das/Luc)</strong></p>