Pusat Berikan Porsi Besar APBD Minim Dukung Pengembangan Pertanian

oleh

Seakan menjadi hal yang biasa ketika anggaran dari pemerintah pusat besar untuk mendukung program di salah satu instansi kabupaten, maka alokasi anggaran dari daerah berkurang, padahal instansi bersangkutan bertanggungjawab pada hal-hal dasar dan urgen di masyarakat. <p style="text-align: justify;">Sebutlah misalnya sektor pertanian, pagu anggaran stimulus pemerintah untuk kabupaten Sintang selama ini cukup besar, namujn ternyata pagu itu tidak diimbangi dengan pertambahan anggaran di APBD Kabupaten.<br /><br />“Selama ini memang dukungan dana pengembangan pertanian yang lebih besar adalah dari pusat, kalau mengharap dari APBD kabupaten, mungkin habis untuk operasional baik gaji maupun kebutuhan kantor, sementara kebutuhan untuk program stimulus pertanian itu besar,” kata Arbudin, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sintang kepada kalimantan-news belum lama ini.<br /><br />Ia mengatakan sejauh ini APBD masih belum mampu mengakomodir kebutuhan program di pertanian padahal pertanian adalah sektor vital dalam pembangunan terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.<br /><br />“Yang ada selama ini alokasinya kecil bahkan nyaris tidak ada, artinya kita masih sepenuhnya bergantung pada upaya untuk memperoleh dukungan anggaran program dari pusat,” ujar alumni Fakultas Pertanian Untan ini.<br /><br />Pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Sintang, beragam penghargaan telah diperoleh Bupati atas keberhasilan pembangunan di sektor itu, tantangan berat menanti sebagai wujud implementasi dan aksi nyata dari penghargaan yang diterima untuk terus mengembangkan sektor pertanian, namun anggaran daerah ternyata belum memberi ruang besar bagi mulusnya berbagai program stimulus ini.<br /><br />Dijelaskan Arbudin, dari sekitar Rp 7,5 miliar Dana Alokasi Umum (DAU) yang masuk ke instansinya, sekitar 2,6 miliar habis untuk gaji dan sisanya untuk operasional dan belanja barang sehingga untuk program stimulus nyaris tidak ada.<br /><br />“Biasanya ketika Dana Alokasi Khusus tinggi, maka dana dari DAU berkurang,” ucapnya.<br /><br />Tahun ini, untuk DAK Kabupaten Sintang bisang pertanian, diperoleh anggaran sekitar 10,5 miliar yang sedianya akan dugunakan untuk pencetakan sawah baru dan pembuatan jalan usaha tani.<br /><br />“Saya juga tidak memahami dengan jelas mengapa ketika DAK besar, DAU berkurang, padahal dilihat dari skala kebutuhan mestinya DAU bisa mengimbangi DAK khusunya untuk berbagai program stimulus pengembangan pertanian di masyarakat,” kata dia.<br /><br />Misalnya, kata Arbudin, saat ini sebenarnya dinas membutuhkan kendaraan operasional dilapangan untuk berbagai kebutuhan seperti mendistribusikan sperma beku untuk inseminasi buatan ternak sapi maupun berbagai kegiatan lapangan lainnya, namun ternyata usulan tidak terakomodasi dalam anggaran.<br /><br />“Kurangnya kendaraan operasional itu membuat beberapa program kami terhambat, belum lagi anggaran minim membuat beberapa program maupun usulan dari masyarakat tidak bisa terlaksana, kami ingin berbuat lebih untuk kemajuan pertanian di Sintang ini,” ucapnya. <strong>(phs)</strong></p>