Puskesmas Tebas Terbaik Di Kabupaten Sambas

oleh

Manajemen Puskesmas Tebas, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, terbaik di daerah itu karena bisa mengelola keuangan sendiri melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk membiayai sebagian besar biaya operasionalnya. <p style="text-align: justify;">"Dengan pengelolaan BLUD yang baik, alhamdulillah sehingga kami bisa menutupi biaya operasional, untuk pembayaran honor dan membiaya lainnya," kata Kepala Puskesmas Tebas Juniardi saat dihubungi di Tebas, Rabu.<br /><br />Ia menjelaskan, BLUD merupakan keuntungan dari biaya pembayaran berobat dari pasien yang berobat di Puskesmas Tebas, kemudian dikelola dan digunakan untuk membiayai berbagai keperluan puskesmas ini.<br /><br />"Hasilnya, kami mampu beroperasi selama 24 dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Tebas," ujarnya.<br /><br />Ia menambahkan, berbagai perubahan sudah dia lakukan semenjak ia menjabat sebagai Kepala Puskesmas Tebas sejak tujuh bulan terakhir, seperti difungsikannya ruang rawat inap, ruang unit gawat darurat, ruang bermain anak-anak, serta memiliki data-data lengkap seluruh pasien yang ada di kecamatan tersebut baik sebelum dan sesudah berobat di Puskesmas Tebas.<br /><br />"Saat ini Puskemas ini baru memiliki satu dokter, dengan 12 orang perawat, serta sejumlah tenaga honorer. Meskipun puskesmas kami mampu mengelola keungan sendiri, namun juga tetap membutuhkan dan mendapat anggaran dana APBD dari Pemerintah Kabupaten Sambas," ujarnya.<br /><br />Dia mengemukakan, apa yang dilakukan bersama semua pegawai Puskesmas Tebas demi memberikan dan meningkatkan pelayanan terbaik buat masyarakat di Kecamatan Tebas dan Kabupaten Sambas pada umumnya.<br /><br />"Apa yang dicapai saat ini berkat dukungan dan kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dengan USAID Kinerja, yang telah melakukan pendampingan dalam hal bagaimana memberikan pelayan publik itu secara optimal pada masyarakat," katanya.<br /><br />Sementara itu, Koordinator USAID Kinerja Provinsi Kalimantan Barat Chandra Nor Hasanuddin menyatakan pendampingan yang mereka lakukan bertujuan untuk meningkatkan tata kelola dalam penyediaan layanan publik di Indonesia khususnya serta pada daerah yang menerima pendampingan.<br /><br />"Ada lima kabupaten yang mendapat pendampingan oleh kami di Kalbar, yakni Kabupaten sambas, Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, Sekadau, dan Kabupaten Melawi," ujarnya. (das/ant)</p>