PWM Gelar Workshop Membangun Sistem Informasi Desa

oleh

Para Wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Melawi (PWM) hari ini terlihat berbeda. Jika hari-hari sebelumnya, disibukan dengan memburu berita, namun hari ini, Senin (14/9), sejak pagi hari sudah berkumpul di Aula Kantor Kecamatan Nanga Pinoh. <p style="text-align: justify;">Mereka menggelar Workshop  Membangun Sistem Informasi Desa (SID). Kegiatan tersebut diikuti oleh para Kepala Desa dan staf desa dari 17 desa se Kecamatan Nanga Pinoh.  <br /><br />Ketua PWM, Dedy Hermawan mengatakan, tujuan digelarnya Workshop Membangun Sistem Informasi Desa untuk transformasi ilmu kepada aparatur desa mengenai sistem informasi desa, dan memberikan transformasi ilmu kepada aparatur desa mengenai cara mengelola fakta dan data menjadi bahan informasi bagi masyarakat. <br /><br />“Selain itu, agar aparatur desa mengetahui hak dan kewajiban pemerintah desa dan warga desa terkait dengan informasi,” ungkapnya.<br /><br />Kata dia, dengan adanya kegiatan workshop tersebut diharapkan adanya sejumlah aparatur desa yang paham mengenai sistem informasi desa, paham mengelola data dan fakta menjadi informasi seperti yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, yang kemudian ditindaklajuti lagi dengan Peraturan Pemerintah nomor 43 tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan UU nomnor 6 tahun 2014 tentang desa.<br /> <br />Dari Workshop ini, PWM mendorong desa yang ada di Kecamatan Nanga Pinoh supaya bisa membuat semacam media informasi secara online yang nantinya bisa menjadi sarana publikasi kepada pihak luar, termasuk kepada pemerintah tentang profil desa maupun potensi-potensi yang ada di desa.  <br /><br />“Harapan kami, nantinya tiap desa memiliki website, yang dikelola oleh desa itu sendiri,” ujarnya. <br /><br />Camat Nanga Pinoh Aimolnija saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada PWM yang telah melaksanakan kegiatan workshop ini, karena dengan adanya kegiatan tersebut bisa memberikan ilmu dan pengetahuan kepada para Kepala Desa dan para perangkatnya dalam membangun Sistem Informasi Desa. <br /><br />“Bagaimanapun informasi ini sangat penting. Kalau ada alat komunikasi yang akan digunakan bisa memberikan informasi secara luas kepada public, apa salahnya jika media informasi tersebut dibuat,” ungkapnya.<br /><br />Dia menyampaikan, media informasi tempo dulu dengan yang ada sekarang memang jauh berbeda, dulu media informasi yang digunakan itu masih sederhana seperti melalui papan pengumuman, melalui surat dan melalui radio komunitas. <br /><br />Tapi sekarang, sesuai dengan perkembangan dunia tehnologi, segala informasi tersebut bisa dikembangkan melalui media, seperti melalui media cetak, media online atau melalui website. <br /><br />“Sehingga dengan bisa memberikan informasi tentang profil desa dan potensi-potensi di desa kepada nasyarakat luas, segala potensi yang ada di desa bisa diketahui oleh public bahkan hingga manca Negara,” ujarnya.<br /><br />Harapan dia, dengan adanya Workshop tersebut mudah-mudahan bisa memberikan penguatan informasi di desa, sehingga kedepan potensi-potensi yang ada di desa bisa terekspos keluar, dan bisa menjadi daya tarik masyarakat luar untuk menjalankan usahanya maupun menanamkan investasi di desa sesuai dengan potensi yang ada. <br /><br />“Saya yakin semua desa pingin maju, dan ingin potensi yang ada di desa bisa dilihat oleh masyarakat luar,” tuturnya.<br /><br />Kemudian, Sekretaris Desa Nusa Pandau, Sulawardi juga menyambut baik kegiatan yang digelar oleh PWM. Sekdes yang sudah mengenal dunia aiti ini benar-benar tertarik dengan adanya informasi mengenai website yang disampaikan pada kegiatan workshop tersebut. <br /><br />“Karena dengan desa memiliki website, segala informasi yang ada di desa mulai dari jumlah penduduk, luas wilayah, hingga potensi yang ada di desa bisa terekspos keluar,” ungkapnya.<br /><br />Dia sendiri yakin, dengan dimuat didalam website, potensi-potensi yang ada di desa tidak hanya diketahui oleh ruang lingkup lokal, namun bisa diketahui oleh orang luar, bahkan hingga ke nagara luar, karena akses informasi melalui website  tidak terbatas. <br /><br />“Hanya saja yang perlu menjadi perhatian adalah perbaikan jaringan internet, supaya setiap desa bisa mengakses internet yang kaya informasi tersebut,” pungkasnya. (KN)</p>