Rabies Bukan Alasan Takut Pelihara Anjing

oleh
oleh

Kasus rabies di Kabupaten Sekadau tahun 2016 cukup mengejutkan masyarakat. Menurut Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sekadau, Sabas, setidaknya ada 30-an kasus gigitan pada manusia. Namun, tidak semuanya positif rabies. <p style="text-align: justify;">"Yang dapat dipastikan rabies hanya satu kasus, yakni di Desa Tembaga Kecamatan Nanga Mahap," kata Sabas, Rabu (23/11/2016).<br /><br />Sedangkan kasus anak yang meninggal diduga akibat gigitan anjing di kawasan jalan Kayu Lapis baru-baru ini sendiri belum dapat dipastikan akibat rabies atau tidak.<br /><br />"Karena hewan tidak dapat dicek di laboratorium, meskipun korban sebelum meninggal pernah digigit anjing. Kita tidak dapat memastikan rabies atau bukan jika otak hewan tidak diuji di lab," terang Sabas.<br /><br />Meski demikian, Sabas menghimbau masyarakat Sekadau untuk tidak takut memelihara anjing.<br /><br />"Yang penting tetap diawasi dan kenali gejala rabies," pesannya.<br /><br />Pihaknya sendiri, lanjut Sabas, gencar melakukan vaksinasi anti rabies di wilayah-wilayah rawan. Vaksinasi masih terus berlanjut saat ini.<br /><br />"Vaksin terbatas, saat ini tersisa sekitar 2 ribuan vaksin. Nanti saat pameran pembangunan (HUT Kabupaten Sekadau) rencananya kita adakan stand vaksin, masyarakat bisa bawa ternaknya ke stand kita vaksin gratis," ujarnya.<br /><br />Dinas Tankannak pun terus melakukan sosialisasi rabies. "Mulai hari Senin 28 November kita mulai sosialisasi," pungkas Sabas. (KN)</p>