Rakor P2DP Hasilkan 9 Rumusan Penting

oleh

Rapat koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Perbatasan yang berlangsung sehari di kabupaten Sintang, akhirnya menyepakti 9 rumusan penting untuk dapat ditindak lanjuti oleh kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah. <p style="text-align: justify;">Hasil kesepakatan tersebut, Rabu malam (06/06/2012) disampaikan dalam acara penutupan Rakor P2DP yang berlangsung di Pendopo Bupati Sintang.<br /><br />Disampaikan tujuan dilaksankanannya rapat koordinasi adalah untuk penyusunan program percepatan pembangunan daerah perbatasan yang mencakup kurun waktu 2012 – 2014 dengan mengidentifikasikan permasalahan pembangunan pada daerah tertinggal diperbatasan.<br /><br />Tersusunnya rekomendasi dan kesepakatan program pembangunan daerah tertinggal didaerah perbatasan dengan seluruh pemangku kepentingan terkait guna mendukung fokus dan arah pengembangan yang dikoordinasikan oleh KPDT serta memajukan log free sesuai dengan rencana induk BNPP.<br /><br />Disebutkan juga bahwa dengan telah tersusunnya rekomendasi rumusan kebijakan pembangunan daerah tertinggal diperbatasan tahun 2012-2014, maka diharapkan agar ada komitment bagi seluruh pemangku kepentingan,  terkait dengan perencanaan program dan pengalokasian anggaran bagi percepatan pembangunan 27 kabupaten daerah tertinggal di perbatasan 2012-2014. Selain itu juga adanya penguatan koordinasi dan sinergisitas pelaksanaan fasilitasi dan intervensi oleh seluruh pemangku kepentingan terkait dengan pencapaian target P2DP pada tahun 2014 terpenuhi.<br /><br />Hasil rumusan juga menyebutkan, agar dapat mensinkronkan dan keberpihakan program dari kementerian pembangunan daerah tertinggal dan program seluruh pemangku kepentingan terkait untuk tahun anggaran 2012 dikabupaten Sintang serta menterpadukan rencana pembangunan wilayah perbatasan program Kabupaten Sintang untuk tahun anggaran 2013-2014.<br /><br />Juga disebutkan jika percepatan pembangunan daerah perbatasan dikabupaten Sintang, didasarkan atas rencana aksi terpadu yang berorientasi pada penyelesaian masalah-masalah strategis, optimalisasi potensi wilayah serta berbasis rencana tataruang wilayah nasional dan tata ruang kawasan perbatasan.<br /><br />Selain itu kegiatan Rakor yang berlangsung sehari di Sintang ini merupakan momentum yang tepat bagi masukan penyusunan program 2013-2014, khususnya dalam pembangunan daerah perbatasan dan hasilnya menjadi acuan program prioritas pembangunan perbatasan oleh Kementerian, lembaga dan SKPD kabupaten Sintang.<br /><br />Sementara dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan sumber daya di kabupaten Sintang, dalam mengatasi berbagai masalah dan tantangan yang dihadapi serta guna mewujudkan perbatasan sebagai halaman depan negara yang bermartabat serta memiliki kemampauan daya saing ekonomi wilayah, maka rakor menyepakati locus pembangunan adalah daerah perbatasan dikabupaten Sintang.<br /><br />Dalam Rapat Koorbinasi ini pula, juga disepakati bahwa kelompok kegiatan pembangunan wilayah perbatasan, meliputi  peningkatan yaitu Kelompok Politik Hukum dan keamanan (Polhukam), Kelompok Ekonomi, Kelompok Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Kelompok Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan.<br /><br />Diungkapkan, jika rumusan hasil koordinasi percepatan pembangunan daerah perbatasan dikabupaten sintang yang telah disepakati oleh kementerian, lembaga dan pemerintah daerah serta kegiatan prioritas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rumusan rakor P2DP. Yang akan menjadi masukan bagi kementerian, lembaga untuk ditampung pada rencana kerja KL tahun 2013-2014 dan masukan bagi provinsi serta kabupaten untuk menyempurnakan RKPD untuk tahun 2013-2014.<br /><br />Selain itu, dari hasil rumusan kelompok 1,2,3 dan 4 juga telah disepakati agar segera ditindak lanjuti oleh kementerian, lembaga dan pemerintah daerah dalam penyempurnaan program pembangunan diwilayah perbatasan. <strong>(*)</strong></p>