Home / Tak Berkategori

Rasio Dosen, Mahasiswa dan Sarpras PT di Kalbar Sangat Memprihatinkan

- Jurnalis

Senin, 2 Oktober 2017 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Kunjungan Kerja Panja Standar Nasional Pendidikan Tinggi (Panja SN Dikti) yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (F-Gerindra) melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Tanjungpura, Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Kepala Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta XI (Kopertis) dan Kepala Dinas Pendidikan guna menyerap aspirasi yang terdapat di lapangan, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (29/09/2017). <p>Dalam pertemuan tersebut Sutan mendapat masukan bahwa adanya perbedaan terhadap penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari kelompok dosen yang status akreditasi kampusnya C.<br /><br />“Misalnya di Politeknik Negeri Sambas yang berada di daerah perbatasan Indonesia bersebelahan dengan negara tetangga Malaysia kondisinya sangat memprihatinkan. Jumlah mahasiswanya 1.100 orang sedangkan dosen yang berstatus PNS hanya 22 orang, sementara dosen yang lain tidak ada kejelasan. Lokasi ke arah kampus masih jalan tanah mereka malu dengan Malaysia yang fasilitasnya sangat memadai. Bagaimana kita mau bersaing jika SDM nya saja tidak sesuai dengan yang kita inginkan,”jelas Sutan.<br /><br />Ia mendesak agar Kepala Kopertis segera membuat surat untuk Kemenristekdikti terkait pertanyaan mengapa para dosen tidak bisa masuk dalam sistem penerimaaan PNS?  Ini berarti ada koordinasi yang tidak berjalan.<br /><br />“Temuan temuan ini akan kami bawa dan akan kami rapatkan dengan Kemenristekdikti, karena kondisi yang terjadi baik rasio mahasiswa, rasio dosen dan rasio sarana dan prasarana sangat memprihatinkan, padahal semua ini sangat menunjang Standar Nasional Pendidikan Tinggi,” ujarnya.<br /><br />Politisi F-Gerindra ini menjelaskan bahwa, didalam UU sendiri daerah perbatasan menjadi skala prioritas,  Kemenristekdikti harus segera mengambil langkah strategis, cepat dan tepat sasaran.<br /><br />Pendidikan merupakan ikon bagi bangsa yang bermartabat jadi anggarannya harus ditambah, pemerintah harus mengalokasikan anggaran kepada pendidikan karena ini merupakan kunci kemajuan bangsa. " Kalau tidak, kita akan tetap dijadikan jongos karena SDM kita yang rendah,” tutupnya.  (chas,mp)<br /><br /><br />Sumber: http://www.dpr.go.id</p>

Berita Terkait

Pemkab Sintang Tegaskan Kerjasama Pemerintah dan Masyarakat Menjadi Kunci Sukses Pengamanan Idul Fitri 2026
Wabup Sintang Hadiri Peninjauan Lokasi TMMD di Masuka Sintang
Wabup Sintang Hadiri Safari Ramadhan PHBI Sintang di Masjid Darusalam Desa Merarai Satu
Camat Montallat Apresiasi PT TOP Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Salurkan Bantuan Sosial
Sengketa Lahan Adat Libatkan Perusahaan Tambang, Perkara Muliadi Cs Bergulir di PN Muara Teweh
Besi Pengaman Jembatan Melawi II Dicuri, Infrastruktur Vital Dibobol: Polisi Buru Pelaku
DPMPTSP Sintang Sediakan Berbagai Saluran Pengaduan untuk Tingkatkan Kualitas Layanan
Kepala DPMPTSP Sintang Pimpin Rapat Pembahasan Pengaduan PBG

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:09 WIB

Pemkab Sintang Tegaskan Kerjasama Pemerintah dan Masyarakat Menjadi Kunci Sukses Pengamanan Idul Fitri 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:52 WIB

Wabup Sintang Hadiri Peninjauan Lokasi TMMD di Masuka Sintang

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:46 WIB

Wabup Sintang Hadiri Safari Ramadhan PHBI Sintang di Masjid Darusalam Desa Merarai Satu

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:23 WIB

Camat Montallat Apresiasi PT TOP Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Salurkan Bantuan Sosial

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:16 WIB

Sengketa Lahan Adat Libatkan Perusahaan Tambang, Perkara Muliadi Cs Bergulir di PN Muara Teweh

Berita Terbaru

Eksekutif

Wabup Sintang Hadiri Peninjauan Lokasi TMMD di Masuka Sintang

Kamis, 5 Mar 2026 - 20:52 WIB