Sebagian beras untuk rumah tangga miskin di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, masih menumpuk di gudang dan tidak bisa didistribusikan akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk. <p style="text-align: justify;">Kepala Bulog Subdivre Kotabaru Rony Hadianto, Jumat, mengatakan, masih ada jatah raskin untuk beberapa kecamatan yang belum diambil karena kondisi perairan kurang bersahabat.<br /><br />"Apabila kondisi cuaca sudah membaik, beras yang masih menumpuk di gudang segera didistribusikan," jelasnya.<br /><br />Kecamatan yang belum mengambil jatah raskin adalah Kecamatan Pulau Sembilan, Tanjung Smalantakan, Pamukan Selatan, dan beberapa daerah lain yang harus menggunakan transportasi laut.<br /><br />Akibat cuara buruk itu, jika dipaksakan melewati jalan darat akan menghabiskan biaya pengiriman cukup besar, karena harus menyewa angkutan darat.<br /><br />Sementara ongkos angkut dari titik terakhir distribusi ke permukiman warga mempengaruhi harga tebus beras.<br /><br />"Kasihan jika warga dibebani biaya tebus yang mahal, untuk itu agar biaya tetap, tidak menjadi beban warga miskin, pengambilan beras menunggu kondisi cuara membaik," katanya.<br /><br />Hingga saat ini raskin yang belum didistribusikan atau belum diambil oleh pihak kecamatan untuk Januari dan Februari sekitar 72,78 ton untuk sekitar 2.426 rumah tangga miskin.<br /><br />Beras yang sudah didistribusikan untuk Januari dan Februari sebesar 314,7 ton, terdiri atas Januari 157,35 ton dan Februari 157,35 ton kepada 10.490 rumah tangga miskin di Kotabaru.<br /><br />Jatah raskin untuk Kotabaru rata-rata setiap bulan sekitar 193,740 ton untuk 12.916 rumah tangga miskin. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















