Home / Tak Berkategori

Raskin Tidak Bisa Didistribusikan Karena Cuaca Buruk

- Jurnalis

Jumat, 2 Maret 2012 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagian beras untuk rumah tangga miskin di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, masih menumpuk di gudang dan tidak bisa didistribusikan akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk. <p style="text-align: justify;">Kepala Bulog Subdivre Kotabaru Rony Hadianto, Jumat, mengatakan, masih ada jatah raskin untuk beberapa kecamatan yang belum diambil karena kondisi perairan kurang bersahabat.<br /><br />"Apabila kondisi cuaca sudah membaik, beras yang masih menumpuk di gudang segera didistribusikan," jelasnya.<br /><br />Kecamatan yang belum mengambil jatah raskin adalah Kecamatan Pulau Sembilan, Tanjung Smalantakan, Pamukan Selatan, dan beberapa daerah lain yang harus menggunakan transportasi laut.<br /><br />Akibat cuara buruk itu, jika dipaksakan melewati jalan darat akan menghabiskan biaya pengiriman cukup besar, karena harus menyewa angkutan darat.<br /><br />Sementara ongkos angkut dari titik terakhir distribusi ke permukiman warga mempengaruhi harga tebus beras.<br /><br />"Kasihan jika warga dibebani biaya tebus yang mahal, untuk itu agar biaya tetap, tidak menjadi beban warga miskin, pengambilan beras menunggu kondisi cuara membaik," katanya.<br /><br />Hingga saat ini raskin yang belum didistribusikan atau belum diambil oleh pihak kecamatan untuk Januari dan Februari sekitar 72,78 ton untuk sekitar 2.426 rumah tangga miskin.<br /><br />Beras yang sudah didistribusikan untuk Januari dan Februari sebesar 314,7 ton, terdiri atas Januari 157,35 ton dan Februari 157,35 ton kepada 10.490 rumah tangga miskin di Kotabaru.<br /><br />Jatah raskin untuk Kotabaru rata-rata setiap bulan sekitar 193,740 ton untuk 12.916 rumah tangga miskin. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Berita Terbaru