Tiga ratus hektare sawah di desa Pararapak, kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, kalimantan Tengah terendam banjir akibat meluapnya air sungai Barito. <p style="text-align: justify;">Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, Selasa, menyebutkan banjir yang menggenangi sawah milik warga desa tersebut sudah berlangsung selama seminggu terakhir ini.<br /><br />Tingginya genangan air akibat tingginya intensitas hujan dan banjir kiriman dari kabupaten Murung Raya (Mura) dan kabupaten Barito Utara (Barut) tersebut berkisar antara 80 cm hingga 1 meter.<br /><br />"Sore kemarin, genangan air sudah mulai turun, namun karena tadi malam hujan, debit air kembali naik sehingga ketinggian air yang merendam sawah di desa kami sudah mencapai 80 hingga 1 meter, kata Sintai salah seorang petani di desa Pararapak.<br /><br />Menurutnya, apabila banjir ini tidak surut dalam beberapa hari ke depan, maka padi yang berumur tanam kurang lebih satu bulan ini akan terancam mati dan kerugian yang akan dialami masyarakat bisa mencapai 1, 5 miliar.<br /><br />"Karena kami sudah banyak mengeluarkan biaya untuk membeli benih, pupuk maupun untuk perawatannya," ungkap Sintai.<br /><br />Oleh karena itu, dia berharap kepada pemerintah kabupaten setempat melalui instansi terkait dapat memberikan bantuan berupa benih dan pupuk untuk menggantikan padi milik mereka itu.<br /><br />Sementara kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Barsel, Ir Ibarata mengatakan setelah banjir tersebut surut, maka pihaknya akan melakukan pendataan sejauhmana kerusakan padi milik masyarakat tersebut.<br /><br />"Setelah semua terdata, maka kita akan menyalurkan bantuan dengan memberikan benih padi maupun pupuk kepada mereka," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>

















