Ratusan Pengemudi Angkot Akan Demo Gubernur DKI

oleh

Sekitar 250-an pengemudi angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam Serikat Pengemudi Angkutan Bermotor Seluruh Indonesia (SPABSI) akan berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur dan DPRD DKI menuntut pengalihan sejumlah kendaraan dari trayek yang padat ke trayek yang masih sedikit armadanya. <p style="text-align: justify;">Sekitar 250-an pengemudi angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam Serikat Pengemudi Angkutan Bermotor Seluruh Indonesia (SPABSI) akan berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur dan DPRD DKI menuntut pengalihan sejumlah kendaraan dari trayek yang padat ke trayek yang masih sedikit armadanya.<br /><br />Menurut Ketua SPABSI DKI, Hanafi, di Jakarta, Sabtu, selain berdemo di depan Kantor Gubernur dan DPRD DKI pada Senin (14/3) mendatang, para sopir angkot yang umumnya mengemudikan Mikrolet M-53 trayek Pulo Gadung-Kota itu juga akan berunjuk rasa di Kantor Dinas Perhubungan DKI Jakarta.<br /><br />"Kami menuntut agar Pemda DKI memperhatikan aspirasi yang berkembang di masyarakat, khususnya pengemudi dan pengguna jasa angkutan M-53. Selama ini jumlah angkot yang beroperasi untuk trayek Pulo Gadung-Kota masih sedikit yakni hanya sekitar 45 mikrolet saja. Sementara trayek itu cukup jauh jaraknya sehingga sering terjadi penumpukan penumpang," ujar Hanafi.<br /><br />Ditegaskannya bahwa SPABSI menawarkan solusi agar dilakukan penambahan armada yang berasal dari pengalihan sejumlah angkot dari route yang padat ke trayek itu. Penambahan armada tersebut bukan berarti menambah kendaraan-kendaraan baru untuk beroperasi, melainkan hanya pengalihan trayeknya saja sehingga total kendaraan umum yang beroperasi di DKI juga tidak ada perubahan.<br /><br />Selain itu, seluruh pengemudi Mikrolet M-53 juga sudah menyetujui penambahan armada untuk trayek mereka.<br /><br />Usulan tersebut, masih kata Hanafi, telah diajukan ke Dinas Perhubungan DKI sejak 30 Oktober 2009, tetapi hingga saat ini tidak ada tanggapan berarti atas solusi SPABSI DKI itu.<br /><br />Pada bagian lain, Hanafi menjelaskan bahwa untuk trayek-trayek yang padat seperti jurusan Senen-Kampung Melayu (M-01), armada mikrolet yang beroperasi mencapai 400-an unit. Demikian pula untuk trayek Kota-Tanah Abang (M-08), juga armada yang beroperasi setiap hari jumlahnya mencapai ratusan unit.<br /><br />Karenanya dengan adanya pengurangan armada angkot dari trayek yang lebih padat ke trayek yang masih sedikit armadanya, diharapkan bisa membantu mengurai kemacetan disejumlah ruas jalan ibukota.<br /><br />"Namun karena hingga saat ini tidak ada kepastian atas tuntutan kami, maka SPABSI DKI bersama ratusan sopir Mikrolet M53 siap berunjuk rasa menuntut kejelasan atas usulan pengalihan trayek itu. Setidaknya harus segera dikeluarkan izinnya," ujar Hanafi seraya menambahkan pihaknya akan membawa serta 30 Mikrolet M 53 dalam aksi mereka nanti. (Eka/Ant)</p>