Ratusan Pengunjung Saksikan Kulminasi Matahari Di Pontianak

oleh
oleh

Ratusan pengunjung baik lokal, nasional, maupun wisatawan mancanegara antusias menyaksikan puncak peristiwa alam berupa kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak, kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Objek Wisata Tugu Khatulistiwa Pontianak Misbar. <p style="text-align: justify;">"Sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB pengunjung sudah mulai ramai di Tugu Khatulistiwa yang datang untuk menyaksikan kulminasi matahari," kata Misbar di Pontianak, Jumat.<br /><br />Ia menjelaskan, pihaknya pagi tadi menerima kunjungan sekitar 300 orang lebih dari komunitas sepeda yang ada di Pontianak bersama bapak Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi.<br /><br />"Sementara ketika hari mulai siang sekitar pukul 10.00 WIB hingga terjadinya peristiwa kulminasi matahari di kawasan Tugu Khatulistiwa banyak pengunjung berdatangan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara, seperti dari Jepang tiga orang, untuk menyaksikan kulminasi matahari," ujarnya.<br /><br />Olivia (45) salah seorang pengunjung asal Semarang, mengatakan, ia dan dan keluarganya sengaja datang berlibur akhir pekan ke Kota Pontianak guna menyaksikan indahnya kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa tersebut.<br /><br />"Anak-anak cukup senang menyaksikan peristiwa alam berupa kulminasi matahari yang hanya ada di Kota Pontianak untuk di Indonesia," ujarnya.<br /><br />Ia berharap, ditahun mendatang bisa datang lagi ke Pontianak untuk menyaksikan keindahan kulminasi matahari tersebut bersama keluarganya.<br /><br />Sebagaimana lazimnya, pada saat peristiwa kulminasi matahari terjadi, benda yang ditancapkan tegak lurus tidak terlihat bayangannya. Pasalnya, matahari berada tegak lurus di atas kepala manusia pada tanggal 21-23 Maret pukul 11.50 WIB, dan tanggal 21-23 September jam pukul 11.38 WIB di Tugu Khatulistiwa Pontianak.<br /><br />Kulminasi matahari merupakan peristiwa alam yang hanya terjadi di lima negara, antara lain di Indonesia, tepatnya di Pontianak. Ke-4 negara lain, masing-masing Afrika, yaitu Gabon, Zaire, Uganda, Kenya dan Somalia.<br /><br />Di Amerika Latin, garis itu juga melintasi empat negara yaitu, Equador, Peru, Columbia dan Brazil.<br /><br />Dari semua kota atau negara yang dilewati tersebut, hanya ada satu di dunia ini yang dibelah atau dilintasi secara persis oleh garis khatulistiwa, yaitu Kota Pontianak.<br /><br />"Sehingga ini menjadi ciri khusus. Karena itulah Kota Pontianak juga dikenal dengan sebutan Kota Khatulistiwa," kata Misbar. <strong>(phs/Ant)</strong></p>