Ratusan Rumah Di Samarinda Diterjang Banjir

oleh

Ratusan rumah di Samarinda, Kalimantan Timur,hari Rabu diterjang banjir. Dilaporkan, akibat hujan yang mengguyur Kota Samarinda, sejak Rabu pagi, sejumlah jalan protokol dan kawasan pemukiman tergenang. <p style="text-align: justify;">Banjir terparah berlangsung di Jalan Sentosa Gang Kenangan. Ketinggian air di kawasan ini mencapai 50 hingga 80 centimeter. <br /><br />Akibat genangan air yang cukup dalam di Jalan Sentosa, puluhan kendaraan baik roda dua maupun roda empat macet akibat terjebak banjir. <br /><br />Bahkan, arus air yang cukup deras juga menerjang ratusan rumah di lima RT Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Samarinda Utara itu. <br /><br />"Hujan berlangsung sejak pagi sekitar pukul 08. 00 WITA dan air sudah terlihat mulai naik. Tapi, ketinggian air mulai naik hingga masuk ke dalam rumah warga sejak pukul 11. 30 WITA dan hingga saat ini air terus bertambah," ungkap seorang warga Jalan Sentosa, Rukaiyah. <br /><br />Selain cukup dalam, air juga terlihat sangat deras mengalir. <br /><br />"Kami khawatir sebab air terus bertambah dalam dan arusnya juga sangat deras. Tapi, saya masih tetap bertahan dan berharap air bisa segera surut," ujar Rukaiyah. <br /><br />Banjir kali ini kata Rukaiyah merupakan banjir terparah yang melanda kawasan itu sejak dua tahun terakhir. <br /><br />"Pada 2005 dan 2009, kami juga sempat kebanjiran tetapi tidak seperti ini. Walaupun air cukup tinggi , tidak deras seperti yang terjadi saat ini," kata warga tersebut. <br /><br />Beberapa warga di Jalan Sentosa Gang Kenangan pada Rabu siang terlihat mulai mengungsi ke tempat keluarga mereka. <br /><br />"Melihat arus yang cukup deras, kami khawatir air akan terus bertambah dalam sehingga saya terpaksa mengungsi ke tempat keluarga. Bahkan, beberapa warga mengungsi sementara di sebuah areal pemakaman di Jalan Sentosa Gang Kenangan 6, karena posisinya diatas bukti," kata seorang warga di Jalan Sentosa Gang Kenangan, Rudi. <br /><br />Batu bara <br /><br />Warga menduga, derasnya arus air yang menerjang kawasan Jalan Sentosa itu akibat aktifitas tambang batu bara di wilayah Sambutan. <br /><br />"Ada aktifitas penambangan batu bara di daerah atas (Sambutan) sehingga kemungkinan banjir disertai arus yang cukup deras ini akibat jebolnya tempat penampungan air perusahaan tambang batu bara itu. Walaupun terjadi banjir jika hanya disebabkan hujan, tidak sampai seperti ini. Banjir kali ini seperti air bah," ujar Rudi. <br /><br />Banjir juga melanda beberapa kawasan di Kecamatan Samarinda Ulu. <br /><br />Di Jalan dr. Sutomo, ketinggian air mencapai 30 hingga 60 centimeter. <br /><br />Selain merendam jalan, air juga menggenangi puluhan rumah warga. <br /><br />Jalur utama di Kota Samarinda itu sempat lumpuh selama lebih dua jam akibat genangan air yang cukup dalam. <br /><br />Namun, pada Rabu sore, aktifitas di Jalan dr. Sutomo kembali normal setelah air mulai surut. <br /><br />"Air mulai naik sekitar pukul 08. 30 WITA dan sudah hampir masuk ke dalam rumah, Tapi, sekitar pukul 13. 00 WITA, air akhirnya surut," ujar warga Jalan dr. Sutomo, Leni. <br /><br />Banjir juga menggenangi sejumlah jalan di Samarinda Seberang. <br /><br />Di Jalan Cipto Mangunkosumo, genangan air mencapai 30 hingga 50 centimeter. <br /><br />"Kawasan ini (Samarinda Seberang) sangat jarang dilanda banjir namun kali ini ikut tergenang,` ujar warga Samarinda Seberang, Rony.<strong> (das/ant)</strong></p>