Rayakan Malam Kemenangan, Bupati Pawai Gunakan Sepeda Motor

oleh

Berbeda dari Tahun sebelumnya, kali ini sekitar pukul 19.00 wib, Selasa (30/08/2011) Bupati Kapuas Hulu A. M. Nasir, SH beserta Ny. Herlina Nasir merayakan malam takbiran dengan pawai menggunakan sepeda motor, tampak Kapolres Kapuas Hulu AKBP Dhani Kristianto, SIK beserta istri juga turut menggunakan sepeda motor. Tidak hanya itu ribuan masyarakat yang ada di Kota Putussibau dan sekitarnya juga turut merayakan malam kemenangan. Pawai yang dilaksanakan mengelilingi Kota Putussibau tersebut dijaga ketat oleh pihak keamanan Polres Kapuas Hulu. <p style="text-align: justify;">Pawai dimulai dari halaman Masjid Agung di jalan Komyo Sudarso, dan mengelilingi Kota Putussibau dan Kedamin, yang kemudian kembali menuju Masjid Agung lagi.peserta pawai diperkirakan ribuan orang yang menggunakan sepeda motor maupun mobil.<br /><br />Kapolres Kapuas Hulu AKBP Dhani Kristianto, SIK ditemui Kalimantan News mengatakan bahwa untuk keamanan pada malam takbiran tersebut menururnkan seluruh kekuatan Polres Kapuas Hulu atau kurang lebih 200 personil. Sejauh ini kata Dhani situasi malam takbiran masih kondusif, untuk kecelakaan seblum pawai juga belum ada, artinya menurut Dhani bahwa kesadaran masyarakat sangat tinggi, untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan menyambut malam kemenangan. <br /><br />“Sejauh ini menurut pantauan Kita situasi kondusi, kesadaran masyarakat luar biasa, namun meskipun demikian Kita tetap menghimbau agar masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban serta kenyamanan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, mari Kita sama-sama menjaga hal-hal yag Kita tidak inginkan, semoga masyarakat Kapuas Hulu dapat merayakan kemenangan dengan ketenangan kenyamanan,” tegasnya. <br /><br />Sementara itu Bupati Kapuas Hulu mengatakan bahwa di malam takbiran kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena menurut Nasir di tahun ini lebih meriah dari tahun sebelumnya, masyarakat khsususnya umat muslim yang berada di Kota Putussibau dan sekitarnya tampak antusias menyambut malam kemenangan.</p> <p style="text-align: justify;">“ Kita berharap di moment lebaran ini adalah bentuk evaluasi Kita baik itu hubungan dengan Allah SWT, dan sesama, ini adalah moment dimana Kita saling memaafkan satu dengan yang lainnya,”ungkapnya saat ditemui Kalimantan News.<br /><br />Sementara itu terkait hubungan antar umat beragama yang ada di Kapuas Hulu Nasir mengatakan dari dulu hingga sekarang masyarkat Kapuas Hulu baik yang beragama islam maupun non islam saling hidup berdampingan dengan mengutamakan kekeluargaan .<br /><br />”Hubungan keagamaan masyarakat yang ada di Kota Putussibau sangat harmonis, dan ini harus tetap dipertahankan jangan sampai hubungan ini dirusak,” ujarnya. <br /><br />Sedangkan menanggapi adanya perbedaan lebaran antara Muhamdiyah dengan MUI, Nasir mengatakan itu hal yang wajar, perbedaan itu bukanlah suatu masalah, namun tujuannya tetap sama, dan yang lebih penting saling menghormati satu dengan yang lainnya. <br /><br />“Perbedaan tersebut bukan kendala bagi Kita, yang penting tujuannya sama dan saling menghargai satu dengan yang lainnya, dan bagi umat yang merayakan Idul Fitri 1432 H selaku Bupati Kapuas Hulu dan atas nama keluarga Saya ucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,” pungkasnya.<strong>(phs)</strong></p>