Razia Tak Gunakan Masker Langsung di Test Swab, 5 Orang di Nyatakan Positif

oleh
Razia Tidak Gunakan Masker di Pontianak, Kalbar

PONTIANAK, KN – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengumumkan adanya penambahan 5 (lima) kasus baru Positif Covid-19, pada Senin (13/7/2020) siang.

Lima kasus baru tersebut merupakan bagian dari 68 orang yang terjaring razia tak menggunakan masker beberapa waktu lalu di kawasan Auditorium Untan Pontianak. Dimana pada waktu itu, semua masyarakat yang tak menggunakan masker langsung di test Swab bukan lagi Rapid Test.

“Jadi berdasarkan Laboratorium RS Untan Pontianak, 12 Juli 2020, mendapat 5 kasus konfirmasi baru, nah 5 kasus baru ini merupakan, kasus konfirmasi yang kita dapatkan dari razia masker di depan Auditorium Untan. Jumlah yang terjaring saat itu 68 orang. Sampelnya kita kirim secara bertahap, terkahir pemeriksaan, ada 5 positif,” ungkap Harisson kepada wartawan, Senin (13/7/2020) siang.

Harisson menjelaskan, kelima orang itu terdapat 4 kasus di Kota Pontianak dan satu kasus di Kabupaten Kubu Raya. “Dari 5 orang kasus baru ini, itu 4 orang di Pontianak, 1 orang Kubu Raya, sedangkan hari ini juga ada 1 kasus sembuh berasal dari Ketapang,” ujarnya.

Terhadap 5 orang positif hasil razia masker ini, Dinas Kesehatan Kota Pontianak dan Kubu Raya sudah melakukan langkah-langkah isolasi dan pemeriksaan kontak tracing dan tracking.

“Jadi, kita semua mengingatkan masyarakat, zona hijau di Pontianak itu tidak akan bisa berlangsung lama, kalau masyarakatnya tidak disiplin,” tegas Harisson.

Kalau kita lihat, ada orang yang berkeliaran menggunakan sepeda, jalan kaki atau sepeda motor, tidak menggunakan masker, padahal orang ini ternyata kasus konfirmasi positif, kalau mereka tidak menggunakan masker, akan mudah sekali menyebarkan atau menularkan penyakitnya ke orang lain di sekitarnya yang juga tidak mennggunakan masker,” tambah Harison.

Dengan adanya penambahan kasus baru tersebut, total kasus Konfirmasi Positif Covid-19 di Kalimantan Barat hingga Senin (13/7/2020) sebanyak 355 orang, kasus sembuh sebanyak 328 orang, dan meninggal dunia 4 orang.(TS)