Realisasi Pajak Alat Berat di Kabupaten Sintang Sudah Mencapai 88,17 Persen

oleh

Realisasi pembayaran Pajak alat berat di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat sudah mencapai 88,17 persen atau Rp 158 juta. <p style="text-align: justify;">Menurut Kepala Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Dispenda Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Sintang, Mawardi, saat di temui di ruang kerjannya, Senin (11/11/2013) sekian banyak kendaraan alat berat yang beroperasi  di Kabupaten Sintang baru 144 unit kendaraan yang sudah membayar pajak.  <br /><br />Selain itu ia mengatakan alat berat yang sudah terdata di UPPD Kabupaten Sintang baru 60 persen, namun untuk kedepannya dirinya akan mengoptimalkan pendataan.<br /><br />“Untuk melakukan pendataan kita akan jemput bola kelapangan, ini semua dilakukan agar pemasukan pajak melalui  alat berat ini dapat di nikmati oleh masyarakat juga”, harap Mawardi.<br /><br />Selain itu juga ia menghimbau bagi pengusaha yang memiliki kendaraan alat berat yang belum membayar pajak, agar dapat membayar pajaknya dan itu semua sudah ada aturannya, bahkan pada tahun 2012 yang lalu Mahkamah Konstitusi sudah memutuskan bahwa , setiap alat berat yang digunakan dalam industri pertambangan tetap dikenai pajak kendaraan bermotor. <br /><br />Keputusan MK tersebut menolak permohonan uji materi Pasal 1. 13, Pasal 5 Ayat (2), Pasal 6 Ayat (4), dan Pasal 12 Ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, terang  Mawardi. <strong>(*) </strong></p>