Realisasi Proyek Drainase Dalam Kota 20 Persen

oleh

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur Ir Aswandini mengatakan realisasi proyek pembangunan peningkatan drainase dalam kota Sangatta sepanjang 14 kilometer telah mencapai 20 persen. <p style="text-align: justify;">Ketika dihubungi di Sangatta, Kutai Timur, Senin, Kadis PU Ir Aswandini mengatakan berdasarkan laporan terakhir hingga semester I 2013, proyek peningkatan kualitas drainase dalam kota Sangatta yang melintasi Jalan Abdul Wahab Syahrani sudah mencapai 20 persen dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2013.</p> <p style="text-align: justify;">"Proyek drainase merupakan program penanggulangan banjir Kota Sangatta yang rancangan kontruksinya menggunakan sistem semen beton untuk mengatasi banjir serta mampu bertahan lama," katanya.</p> <p style="text-align: justify;">Sistem drainase di Kota Sangatta juga dirancang terintegrasi dengan polder pengendali banjir yang terdapat di Jalan Ilham Maulana dengan AW Syahrani, sehingga tidak diperlukan lagi adanya pengerukan untuk membersihkan sendimentasi lumpur.</p> <p style="text-align: justify;">Sebelum proyek ini dilaksanakan, menurut Aswandini, Dinas Pekerjaan Umum secara rutin melakukan pengerukan saluran, sehingga dengan beroperasinya nanti maka tidak ada lagi pengerukan rutin.</p> <p style="text-align: justify;">Semua air banjir yang selama ini memasuki kawasan pemukiman warga sudah teratasi dengan baik. Karena airnya akan bermuara ke kenyamukan hingga ke muara laut.</p> <p style="text-align: justify;">"Drainase di kawasan ini, termasuk salah satu bagian dari sistem pengendali banjir di Kota Sangatta. Air akan tersalurkan langsung ke Sungai Kenyamukan yang bermuara ke laut," katanya.</p> <p style="text-align: justify;">Pihaknya juga mengimbau agar warga masyarakat mendukung proyek tersebut agar dapat dilaksanakan dengan tanpa hambatan-hambatan terutama warga yang bermukim di sepanjang ruas Jalan AW Syahrani Kami minta mendukung terutama kesadaran masyarakat yang berada didaerah yang lintasi proyek supaya membongkar bangunan diatas jembatan yang melintas diatas drainase.</p> <p style="text-align: justify;">"Beberapa warga membangun bangunan kecil di atas jembatan yang dilintasi proyek. Jika dibiarkan nantinya akan mengganggu proyek serta merusak tatanan kawasan hijau," ujar Aswan, panggilan Aswandini.</p> <p style="text-align: justify;">Sebelumnya Bupati Isran Noor mengatakan Pemkab Kutai Timur telah memprogramkan penanggulangan banjir Kota Sangatta melalui proyek multi years (tahun jamak) selama empat tahun.</p> <p style="text-align: justify;">"Program penanggulangan banjir Kota Sangata meliputi drainase di Jalan Abdul Wahab Syahrani yang dikerjakan selama 4 tahun dengan total anggaran sebesar Rp 124,36 miliar atau sebesar Rp31 miliar tiap tahunnya," kata Isran saat mengusulkannya di depan rapat paripurna DPRD Kutai Timur.</p> <p style="text-align: justify;">Selain mengusulkan proyek penanggulangan banjir kota Sangatta, bupati Isran Noor juga mengusulkan berbagai jenis proyek multi years (tahun jamak) dengan total nilai sebesar Rp 1,5 triliun dan mendapat persetujuan kalangan legislator Kutai Timur.</p> <p style="text-align: justify;">Proyek multi years (tahun jamak) dengan total anggaran Rp1,5 triliun yang diusulkan bupati Isran Noor dan disetujui 30 anggota DPRD Kutai Timur, sebagai bagian dari rencana kerja jangka panjang dan menengah dibagi dalam tiga prioritas, yakni peningkatan infrastruktur, peningkatan Sumber Daya Manusia SDM dan peningkatan pertanian dalam arti luas.</p> <p style="text-align: justify;">Program pembangunan jalan dan jembatan merupakan yang terbesar sebesar Rp626,58 miliar lebih dengan rincian masing-masing paket Jalan Yos Sudarso dalam kota Sangata sebesar Rp180 miliar, pembangunan jalan simpang Kabo ADM-Rantau Pulung sebesar Rp163,5 miliar, Ring Road II APT Pranoto-Soekarno Hatta sebesar Rp138,92 miliar lebih.</p> <p style="text-align: justify;">Kemudian program penanggulangan banjir Kota Sangata sebesar Rp124,36 miliar lebih, yang meliputi pembangunan drainase di Jalan Abdul Wahab Syahrani yang dikerjakan selama 4 tahun dengan anggaran Rp31 miliar tiap tahunnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p> <p style="text-align: justify;"> </p>