Realisasi Raskin Tri Wulan II Capai 53,82 per sen

oleh

Hingga bulan Juni tahun ini, realisasi pendistribusian beras miskin (raskin) untuk kabupaten Sintang dan Melawi, Kalimantan Barat yang berada di bawah naungan Bulog Divre Sintang telah mencapai 53,82 per sen. <p style="text-align: justify;">Hal ini diungkapkan oleh Kepala PerumBulog Sub divre Sintang, Nancy Safira saat ditemui Rabu,(2/7/2014) diruang kerjanya kemarin.<br /><br />“Beras miskin yang sudah kita distribusikan saat ini mencapai 2.436.330 kg atau setara dengan 53,82 per sen. Total raskin yang harus didistribusikan untuk dua kabupaten tahun ini sebanyak 4.526.820 kg,”jelasnya. <br /><br />Lebih lanjut menurut Nancy, total penerima raskin untuk dua kabupaten yang menjadi tanggungjawab pihaknya adalah 25.149 rumah tangga penerima manfaat (RTS). Sisa realisasi raskin yang belum didistribusikan sebnyak  2.090.490 kg atau 46.18 persen juga telah tersedia di gudang. <br /><br />Hingga bulan Juni ini, sudah sejumlah kecamatan di kabupaten Sintang yang mengambil jatah raskin, namun masih ada pula kecamatan yang baru sedikit mengambil raskin. Anehnya, justru kecamatan yang jaraknya lebih dekat dengan ibukota kabupaten  yang mengambil raskin hanya hingga tri wulan pertama. Namun ada juga desa yang sudah mengambil langsung 6 bulan.  <br />“Kami optimistis proses pendistribusian tidak akan mendapat kendala hingga ke titik sasaran. Apalagi saat ini cuaca sedang mendukung,"ujarnya. <br /><br />Jatah setiap RTSPM perbulan sebanyak 15 Kg. Sehingga total Raskin untuk wilayah  Sintang perbulan mencapai 339,675 Kg.<br /><br />Selain mendistribusikan raskin, bulog juga aktif melakukan operasi pasar (OP). Seperti itu baru dilaksanakan di kabupaten Melawi pada 24 Juni lalu. Jumlah beras yang terjual dalam operasi itu sekitar 200 kg. sementara dalam operasri pasar partisipasi yang dilaksanakan oleh Disperindagkop Sintang, jumlah beras premium denngan harga Rp 10.600 yang laku terjual hingga 500 kg. <br /><br />“Selain raskin kita juga menyediakan beras komersil yang bisa di beli oleh masyarakat. Ada beras premium yang kita jual dalam kemasan 5 kg dengan harga Rp 53 ribu atau sekitar Rp 10.600 per kilonya. Kita juga melayani pembelian dalam jumlah besar. Pembayaran dapat dilakukan dalam bentuk cash tempo, tapi harus tetap pakai uang muka,”pungkas Nancy. <strong>(ek/das)</strong></p>