Rencana Aksi CPNS 2010 Kubu Raya Batal

oleh
oleh

Ratusan peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kubu Raya 2010 yang kecewa dengan keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara karena membatalkan kelulusan 236 peserta seleksi, Jumat, tidak jadi melakukan aksi unjuk rasa. <p style="text-align: justify;">Sedianya pada pagi tadi ratusan peserta seleksi CPNS yang dinyatakan lulus tersebut, akan melakukan aksi ke Kantor Gubernur Kalimantan Barat di Jalan Ahmad Yani dan Kantor Bupati Kubu Raya di Jalan Arteri Supadio, Sungai Raya.<br /><br />Tetapi rencana tersebut batal karena mereka sedang menyiapkan langkah yang akan ditempuh menyusul keluarnya surat resmi Menteri PAN mengenai pembatalan kelulusan tersebut.<br /><br />"Rencananya hari ini kawan-kawan memang akan melakukan aksi damai untuk memperjuangkan nasib kami. Namun, kita masih harus menyusun strategi untuk menentukan langkah tepat yang akan kita ambil," kata salah seorang peserta seleksi CPNS Kubu Raya yang tidak ingin namanya disebutkan.<br /><br />Menurutnya, Sabtu (20/8), para CPNS Kubu Raya 2010 yang lulus akan melakukan pertemuan di suatu tempat untuk membahas langkah selanjutnya.<br /><br />"Kita tidak ingin asal melakukan aksi, karena tanpa strategi yang jelas tentu apa yang akan kita lakukan jadi sia-sia. Sementara ini saya tidak mau terlalu banyak berkomentar, lihat saja nanti keputusan teman-teman setelah pertemuan tersebut, yang jelas kami akan mengambil langkah terkait pembatalan CPNS Kubu Raya 2010 itu," tuturnya.<br /><br />Menteri PAN telah membatalkan rekrutmen CPNS Kabupaten Kubu Raya tahun 2010 karena dianggap tidak sah. Itu disebabkan Kabupaten Kubu Raya tidak berkoordinasi dengan Gubernur Kalbar dan juga tidak menggunakan perguruan tinggi negeri.<br /><br />Pembatalan penerimaan CPNS sebanyak 236 orang tersebut, dikeluarkan melalui Surat Menpan kepada Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dengan tembusan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Kepala BKD Kalbar bernomor : B/1898/M.PAN-RB/8/2011.<br /><br />Salah seorang CPNS Kubu Raya 2010 yang dinyatakan lulus, Miranty Ariesya mengaku cukup lega setelah mendapat kepastian dari hasil test tersebut.<br /><br />"Biar bagaimana pun rasa kecewa pasti ada, karena setelah dinyatakan lulus awal tahun lalu, rasanya sangat senang, tapi tidak tahunya kelulusan itu harus dibatalkan. Namun, terus terang rasa lega juga saya rasakan karena nasib saya akhirnya sudah ditentukan walaupun hasil akhirnya mengecewakan," kata Miranty.<br /><br />Dia menyatakan cukup gerah karena lama menunggu kepastian hasil penerimaan CPNS di Kubu Raya. Namun, setelah hasilnya keluar, dia mengaku hanya bisa pasrah.<br /><br />"Saya mendapat informasi teman-teman yang lain akan melakukan aksi dan menuntut hingga ke tingkat pusat atas pembatalan tersebut. Saya pribadi menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut, namun saya enggan ambil bagian karena menurut saya cukup sampai di sini saja perjuangan saya," tuturnya.<br /><br />Peserta CPNS Kubu Raya lainnya, Ucup menyatakan pasrah dengan hasil CPNS yang ada di Kubu Raya.<br /><br />Dia mengatakan sudah cukup maksimal dalam menghadapi tes CPNS tersebut. Karena sejak proses penerimaan, dia telah mempersiapkan diri dengan mengikuti berbagai persiapan seperti uji coba dan peningkatan kemampuan secara mandiri.<br /><br />"Awalnya saya sangat senang telah lulus dalam tes CPNS tersebut, sampai-sampai saya melepaskan status honor saya sebagai dosen Bahasa Indonesia di Politeknik Negeri Pontianak," tuturnya.<br /><br />Namun, sekarang dia harus menganggur, karena sampai sekarang belum memiliki pekerjaan pengganti.<br /><br />"Saya juga tidak tahu di mana letak kesalahannya, karena dalam mengikuti tes saya benar-benar murni dan kelulusan yang saya dapat adalah hasil kerja keras saya," katanya.<br /><br />Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kubu Raya Asmarahadi mengharapkan agar CPNS 2010 agar bersabar dalam menghadapi permasalahan itu. Menurutnya, pasti ada hikmah dibalik kegagalan CPNS Kubu Raya.<br /><br />"Kalau pun akan mengambil langkah hukum, silakan saja. Namun jika akan melakukan hal yang bisa merugikan diri sendiri, sebaiknya hal itu tidak dilakukan," katanya.<br /><br />Dia mengaku pihaknya sendiri sudah cukup maksimal memperjuangkan nasib CPNS Kubu Raya tahun 2010. Namun, ternyata hasil dari keputusan Menpan tersebut belum berpihak kepada para CPNS yang lulus. <strong>(phs/Ant)</strong></p>