Home / Tak Berkategori

Rencana Kawasan Industri Mandor Terkendala Pembebasan Lahan

- Jurnalis

Selasa, 22 November 2011 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rencana pembangunan Kawasan Industri Mandor (KIM) terkendala pembebasan lahan akibat harganya yang tidak konsisten dari pemilik lahan, kata Bupati Landak Adrianus Asia Sidot di Ngabang, Selasa. <p style="text-align: justify;">"Dari 200 hektare lahan yang dicadangkan untuk pembebasan, tahap pertama sudah kita ukur 80 hektare dan mau kita bayar harga lahan masyarakat itu, tapi tiba-tiba pemilik lahan menaikkan harga sampai Rp10 juta per hektare. Sementara semula sudah sepakat Rp3 juta sesuai kemampuan keuangan daerah," ungkap Adrianus.<br /><br />Menurut dia, kesepakatan yang telah dibuat tidak ditaati pemilik lahan, pahadal sudah berulang kali dilakukan pertemuan negosiasi dan sosialisasi bahwa pembangunan KIM untuk masa depan ekonomi masyarakat setempat.<br /><br />"Kalau warga di Kecamatan Mandor tidak mau diperhatikan dan dibangun, maka akan kita cari tempat lain dan masih banyak lahan di luar Mandor. Karena hitungan ekonomis Mandor tidak layak, karena ada daerah yang lebih cocok bahkan dekat laut jika untuk ke pelabuhan," ungkap Adrianus.<br /><br />Ia menegaskan, niat pemerintah Kabupaten Landak membangun KIM adalah untuk mengubah Mandor yang selama ini lahannya sudah tandus akibat eks pertambangan emas tanpa izin. Tapi kesadaran masyarakat masih kurang karena banyak kepentingan-kepentingan pribadi.<br /><br />"Tim akan melakukan pertemuan lagi dengan pemilik lahan untuk membayar ganti rugi sebesar Rp3 juta per hektarenya. Kalau masih tidak terima, kita batalkan bangun kawasan industri di Mandor, kita pindah di daerah lain," tegas Adrianus.<br /><br />Ia mengatakan, para investor sudah banyak yang ingin berminat investas di di kawasan industri itu. Tapi kalau kendala ini tidak diatasi, maka peluang akan ditangkap di kecamatan lain.<br /><br />"Kalau saya melihat masyarakat tidak memikirkan waktu ke depan tapi malah berpikir sekarang. Jadi kalau nanti terakhir tim melakukan pertemuan dan ternyata masyarakat masih tidak menerima, maka kita tinggalkan saja Mandor jadi kawasan industri, karena selalu menunggu sampai menghabiskan waktu," tandas Adrianus. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

IPM Masih Tertahan, Lingkungan Tergerus: Program METAL Disiapkan Jadi Jalan Baru Pembangunan Melawi
108 Pengendara Ditilang, Polres Melawi Akui Penertiban Knalpot Brong Belum Maksimal
Pemkab Sintang Akan Data Orang Miskin, Lengkap Dengan Nama dan Alamatnya
Wabup Sintang Hadiri Musrenbang Dapil 3 di SMKN 1 Sintang
Pemkab Sintang Terus Perbaiki Mutu Pendidikan, Ajak Penguatan Peranan Orangtua
Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara Sampaikan Ucapan Selamat Hari Pers Nasional 2026
DPC Gerindra Barito Utara Bagikan 400 Kupon LPG 3 Kg Bersubsidi di Muara Teweh
Kabag Prokopim Setda Sintang Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:38 WIB

IPM Masih Tertahan, Lingkungan Tergerus: Program METAL Disiapkan Jadi Jalan Baru Pembangunan Melawi

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:26 WIB

108 Pengendara Ditilang, Polres Melawi Akui Penertiban Knalpot Brong Belum Maksimal

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:12 WIB

Pemkab Sintang Akan Data Orang Miskin, Lengkap Dengan Nama dan Alamatnya

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:36 WIB

Wabup Sintang Hadiri Musrenbang Dapil 3 di SMKN 1 Sintang

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:35 WIB

Pemkab Sintang Terus Perbaiki Mutu Pendidikan, Ajak Penguatan Peranan Orangtua

Berita Terbaru

Sintang

Wabup Sintang Hadiri Musrenbang Dapil 3 di SMKN 1 Sintang

Selasa, 10 Feb 2026 - 14:36 WIB