Rencana pembangunan Kawasan Industri Mandor (KIM) terkendala pembebasan lahan akibat harganya yang tidak konsisten dari pemilik lahan, kata Bupati Landak Adrianus Asia Sidot di Ngabang, Selasa. <p style="text-align: justify;">"Dari 200 hektare lahan yang dicadangkan untuk pembebasan, tahap pertama sudah kita ukur 80 hektare dan mau kita bayar harga lahan masyarakat itu, tapi tiba-tiba pemilik lahan menaikkan harga sampai Rp10 juta per hektare. Sementara semula sudah sepakat Rp3 juta sesuai kemampuan keuangan daerah," ungkap Adrianus.<br /><br />Menurut dia, kesepakatan yang telah dibuat tidak ditaati pemilik lahan, pahadal sudah berulang kali dilakukan pertemuan negosiasi dan sosialisasi bahwa pembangunan KIM untuk masa depan ekonomi masyarakat setempat.<br /><br />"Kalau warga di Kecamatan Mandor tidak mau diperhatikan dan dibangun, maka akan kita cari tempat lain dan masih banyak lahan di luar Mandor. Karena hitungan ekonomis Mandor tidak layak, karena ada daerah yang lebih cocok bahkan dekat laut jika untuk ke pelabuhan," ungkap Adrianus.<br /><br />Ia menegaskan, niat pemerintah Kabupaten Landak membangun KIM adalah untuk mengubah Mandor yang selama ini lahannya sudah tandus akibat eks pertambangan emas tanpa izin. Tapi kesadaran masyarakat masih kurang karena banyak kepentingan-kepentingan pribadi.<br /><br />"Tim akan melakukan pertemuan lagi dengan pemilik lahan untuk membayar ganti rugi sebesar Rp3 juta per hektarenya. Kalau masih tidak terima, kita batalkan bangun kawasan industri di Mandor, kita pindah di daerah lain," tegas Adrianus.<br /><br />Ia mengatakan, para investor sudah banyak yang ingin berminat investas di di kawasan industri itu. Tapi kalau kendala ini tidak diatasi, maka peluang akan ditangkap di kecamatan lain.<br /><br />"Kalau saya melihat masyarakat tidak memikirkan waktu ke depan tapi malah berpikir sekarang. Jadi kalau nanti terakhir tim melakukan pertemuan dan ternyata masyarakat masih tidak menerima, maka kita tinggalkan saja Mandor jadi kawasan industri, karena selalu menunggu sampai menghabiskan waktu," tandas Adrianus. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















