Rencana Pemkab Lakukan Pinjaman Daerah Didukung Masyarakat

oleh

Pemerintah Melawi berencana membangun tiga jembatan di Melawi yang akan menghabiskan anggaran sebanyak puluhan milyar. Untuk merealisasi hal tersebut, Pemkab Melawi mengusulkan pinjaman daerah sebanyak Rp. 85 milyar untuk tiga jembatan itu. <p style="text-align: justify;">Diantaranya yakni, melanjutkan pembangunan Jembatan Melawi II yang direncanakan dengan anggaran sebesar Rp.57.107.400.000, Jembatan Sungai Pinoh di Kota Baru Rp 16.770.200.000 dan Jembatan Sungai Belimbing di Nanga Kebrak Rp 11.072.200.00. Pemkab juga sudah memintai persetujun DPRD Melawi, yang mana DPRD juga akan membahasnya pada awal bulan ini.<br /> <br />Rencana pinjaman daerah untuk melanjutkan pembangunan tiga jembatan itupun disambut baik oleh masyarakat. Terlebih msyarakat di daerah yang sudah lama mendambakan adanya jembatan sebagai akses utama untuk transportasi darat dalam mengangkut hasil-hasil produksi pertanian dan yang juga akan memperlancar pembangunan di daerah bersangkutan.<br /><br />Satu diantara warga yang mendukung yakni Kades Tekelak Kecamatan Pinoh Utara, Tambi Mas Taufik. Ia sangat mendukung pemerintah melakukan pinjaman daerah dengan tujuan menyelesaikan pembangunan jembatan Melawi II tersebut. Dimana dengan pinjaman daerah itu diharapkan tidak ada lagi hambatan pembangunan sehingga benar-benar terealisasi.<br /><br />"Terus terang saya sangat mendukung. Sebab di Pinoh Utara, ada sebanyak 19 desa yang akan memanfaatkan jembatan Melawi II. Yang jelas jembatan Melawi II itu nantinya akan bermanfaat disemua bidang, seperti pendidikan, kesehatan dan yang paling utama akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat," ungkapnya saat ditemui, Rabu (4/1). <br /><br />Tambi mengatakan, dengan adanya jembatan Melawi II itu nantinya, jelas akan membuat harga tanah serta aset-aset lainnya bertambah mhal nilainya. Juga akan mempermudah biasa trnsportasi material pembangunan. Karena jika ada jembatan, maka biaya angkut material hny dilakukan sekali saja.<br /><br />"Kalau saat ini, jelas sangat memberatkan kami masyarakat, terutama dari segi trnsportasi. Jika ingin melakukan pembangunan, kami harus mengeluarkan biy angkut 3 kali. Yang pertama biaya angkut dari toko ke SDF penyeberangan. Kemudian biaya pikul dari atas ke perahu penyeberangan, kemudian setelah sampai di seberang, kami harus mengeluarkan biaya angkut lagi dari perahu ke lokasi pembangunan," keluhnya.<br /><br />Jadi terkait pinjaman daerah itu, Tambi juga berharap DPRD bisa menyetujuinya. Karena tanpa persetujuan DPRD juga tidak bisa dilakukan. <br /><br />"Jadi selain berharap ke Pemkab, kami juga berhrap DPRD menyetujuinya, krena ini untuk kepentingan umum. Maka kami akan sangat mensyukurinya," paparnya. <br /><br />Sebelumnya Bupti Melawi mengatakan, pinjaman derah tersebut sudah diusulkan dan tinggal menunggu persetujuan dari pihak DPRD Melawi. Yang mana dengan persetujuan DPRD maka pembangunan jembatan Melawi II serta dua jembatan lainnya di Sungai Pinoh dan Belimbing tidak hanya impian, nmun akan terealissi. <br /><br />Sementara dari Ketua DPRD Melawi sendiri mengatakan, Pemkab Melawi sudah mengusulkan ke persetujuan ke DPRD Melawi rencana Pinjaman Daerah Jangka Menengah sebesar Rp 85 milyar. Dimana nantinya juga ditambah dengan bunga dan biaya administrasi dengan masa pengembalian pinjaman selama 4 tahun anggaran, yakni anggaran tahun 2017-2020.<br /><br />“Kita jelas mendukung Pinjaman Daerah ini, mengingat peruntukan dana yang dikucurkan untuk membangun infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kita mendukung adanya pembangunan. Walaupun melunasinya mesti bertahun-tahun lamanya, dan mengurangi nilai fostur APBD Melawi mulai tahun 2017, karena harus dipotong untuk nyicil Pinjaman daerah itu,” ungkapnya.<br /><br />Namun Tajudin meminta, jikapun peminjaman uang tersebut disetujui karena untuk kepentingan rakyat untuk menikmati percepatan pembangunan Infrastuktur di daerah ini. Tapi terhdap Pinjaman Daerah itu, Pemkab harus benar-benar dimanfaatkan untuk pembangunan tiga jembatan itu. (KN)</p>