Retribusi Lancar, Terminal Rusak

oleh

Sejumlah supir angkutan kota mengeluhkan buruknya kondisi terminal pasar inpres di Kabupaten Sintang. <p>Kondisi terminal yang rusak parah ini sebenarnya sudah kerap kali disampaikan para supir angkot kedinas terkait namun tidak kunjung mendapat tanggapan.<br /><br />Sebab kondisi terminal yang dipenuhi lubang dan genangan air sangat menyulitkan para supir untuk menurunkan para penumpang maupun memarkirkan kendaraan menunggu antrian.<br /><br />Meski sudah kerapkali menyampaikan keluhan kepada dinas tersebut, hingga saat ini belum terlihat adanya  tanda-tanda perbaikan,  bahkan sebagai upaya perbaikan sementara tidak jarang warga bergotong royong menambal kerusakan terminal dengan tanah maupun pasir guna meminimalisir terjadinya kerusakan yang semangkin parah.<br /><br />Tidak adanya perbaikan terminal ini disayangkan banyak pihak termasuk para supir, apalagi para supir setiap harinya dipungut biaya retribusi berkisar 10 ribu rupiah untuk satu hari per kendaraan yang menunggu antrian di termina.<br /><br />Budiman, Salah seorang supir yang sudah bekerja sebagai supir angkot diterminal pasar inpres selama lebih dari 10 tahun berharap,  pemerintah melalui Dinas Perhubungan untuk dapat segera memperbaiki kondisi terminal yang saat ini kondisinya semangkin buruk.<br /><br />“Kita mengharapkan Pemerintah Kabupaten Melalui Dinas Perhubungan dapat menganggarkan dana untuk perbaiki terminal”, harap Budiman.<br /><br />Lain halnya dengan Sucipto, supir angkot yang mengambil jurusan sungai durian-Pasar Inpres, ini justru menyesalkan janji pengaspalan terminal pasar inpres oleh pemerintah yang tidak kunjung teralisasi.<br /><br />Buruknya kondisi terminal sebagai persinggahan  penghubung utama dari  Sungai Durian menuju  Pasar Inpres serta  Baning Kota ini, juga terkesan semangkin  menyempit, sebab disekitar terminal telah dibangun kios kios darurat pasca peristiwa kebakaran di seputaran terminal pasar Inpres.</p> <p style="text-align: justify;"><br />“Kita harapkan Pemerintah dapat mengambil langkah cepat dalam memperbaiki terminal tersebut sebab terminal ini sebagai salah satu leding sektor sarana transportasi didaerah perkotaan”, harap Sucipto. <strong>(ysv/das)</strong></p>