Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng) I Made Dikantara mengatakan ribuan hektare tanaman padi terancam gagal panen karena kemarau. <p style="text-align: justify;">"Sawah di Kotawaringin Timur sebagian besar adalah tadah hujan dan saat ini dalam kondisi kering tidak mendapatkan air karena kemarau," kata Kepala Distanak Kotawaringin Timur, I Made Dikantara di Sampit, Selasa.<br /><br />Dari 12 ribu hektare sawah tadah hujan yang produktif hanya 5 ribu hektare yang dapat diselamatkan dan 7 ribu hektare sawah diantara sekarang dalam kondisi kering.<br /><br />Tanaman padi yang dapat bertahan hanya sawah yang dilengkapi dengan mesin pompa air.<br /><br />Kondisi tersebut dipastikan akan mempengaruhi produksi padi di Kotawaringin Timur terutama untuk musim tanam April-September (Asep) 2011.<br /><br />Penurunan produksi padi di Kotawaringin Timur diperkirakan akan mencapai 50 persen lebih.<br /><br />Menurut Dikantara, pada musim tanam Asep 2011 sekarang produksi padi diperkirakan hanya akan mencapai 20 ribu ton gabah kering giling (GKG) dari 5 ribu hektare atau empat ton per hektarenya.<br /><br />Pada waktu normal atau di musim penghujan 12 ribu hektare sawah tadah hujan mampu menghasilkan sebanyak 48 ribu ton GKG dalam sekali musim tanam.<br /><br />"Kami harap petani untuk tidak memaksakan diri menanam padi pada musim kemarau, terutama bagi sawah yang tidak dilengkapi dengan mesin pompa air dan lebih baik lahan tersebut dipersiapkan untuk musim tanam yang akan datang, yakni Oktober-Maret (Okmar) 2011," katanya.<br /><br />Harga gabah kering giling di tingkat petani saat ini telah mencapai Rp5 ribu per kilogramnya.<br /><br />Sebelumnya harga GKG ditingkat petani sebesar Rp3.600-Rp4 ribu per kilogramnya atau mengalami kenaikan sebesar Rp1.000-Rp1400 per kilogram.<br /><br />"Disisi lain musim kemarau sekarang ini membawa berkah bagi para petani yang berhasil panen karena harga GKG naik. Namun disi lain mengakibatkan kerugian bagi petani yang gagal panen," terangnya.<br /><br />Meski ribuan hektare terancam gagal panen dipastikan tidak akan mempengaruhi stok pangan di Kotawaringin Timur, sebab gagal panen tersebut terjadi hanya pada musim tanam Asep 2011 saja dan masih bisa ditutupi pada musim tanam Okmar 2011 mendatang. <strong>(das/ant)</strong></p>














