Ribuan Warga Banjarmasin "Tengadahkan Tangan" Mohon Hujan

oleh

Ribuan warga "menengadahkan tangan" memohon berkah hujan dalam ritual shalat sunah istisqa di halaman Mesjid Raya Sabilal Muhtadin di pusat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis. <p style="text-align: justify;">Shalat sunah Istisqa atau solat sunah meminta hujan dipimpin Imam Besar Mesjid Sabilal Muhtadin KH Syaifurrahman yang berlangsung sejak pukul 07.00 Wita, dan chatib disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Kalsel KH Muhammad Tambrin.<br /><br />"Hari ini kita bersama mengangkat tangan, memohon berkah dari Allah SWT akan rahmat hujan, di mana hampir 6 bulan lamanya daerah ini dilanda kemarau," ujar KH M Tambrin dalam hutbahnya, yang diiringi gemuruh "amin" dari ribuan jamaah.<br /><br />Dia berharap, doa ini dikabulkan oleh Allah SWT, sebab anugerah hujan saat ini sangat dibutuhkan daerah ini demi penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan timbulnya asap pekat.<br /&gt;<br />"Tidak hanya mengganggu kesehatan, tapi juga sudah mengganggu aktivitas transportasi, khususnya keberangkatan calon jamaah haji," ungkapnya.<br /><br />Dia menyatakan, kloter keempat Embarkasi Banjarmasin dari Kalimantan Tengah (Kalteng) harus tertunda keberangkatannya pada Kamis (10/9) selama 6 jam karena kabut asap, yakni, harusnya diberangkatkan ke Jeddah dari Bandara Syamsuddin Noor sekitar pukul 07.00 Wita menjadi jam 12.00 Wita.<br /><br />"Ini bukan karena keterlambatan dari Embarkasi Banjarmasin, tapi karena penerbangan dari Bandara Palangkaraya, Kalteng tidak bisa dilakukan akibat kabut asap, akhirnya mereka melalui jalur darat dengan angkutan bus selama 6 jam," tuturnya.<br /><br />"Tapi keterlambatan ini sudah bisa dikonfirmasi ke Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Alhamdulillah dapat dimengerti pihak sana," ujarnya.<br /><br />Terpisah, Sekdaprov Kalsel M Arsyadi menyatakan, bahwa shalat istisqa ini sebagai langkah/upaya menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan yang di daerah ini hingga mengakibatkan tebaran kabut asap pekat.<br /><br />"Kita sangat bersyukur, ribuan jamaah hari ini berdoa minta hujan, moga diijabah (dikabulkan, red) oleh Allah SWT," ucapnya.<br /><br />Dia menyatakan, titik api di Kalsel sementara ini memang belum separah tahun lalu yang mencapai 300 titik api, sekarang berkisah 60-70 titik api terdeteksi oleh tim penanggulangan bencana.<br /><br />"Kita berharap dengan bantuan doa, dan kerja keras tim penanggulangan bencana kebakaran hutan, bencana kebakaran hutan dan kabut asap ini bisa tertangani dengan baik," ujarnya.<br /><br />Arsyadi menambahkan, fokus pengeboman air lewat helikopter di daerah lahan bandara, sebab imbasnya mengganggu penerbangan. (das/ant)</p>