Ribuan Warga Pedalaman Barut Belum Nikmati Listrik

oleh

Ribuan kepala keluarga di sejumlah desa di pedalaman Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, belum menikmati fasilitas aliran listrik. <p style="text-align: justify;">"Ribuan warga itu sebagian besar berada di desa terpencil yang kini membutuhkan aliran listrik," kata Kepala Bidang Energi Dinas Pertambangan dan Energi Barito Utara (Barut), Sarwo Mulyo, di Muara Teweh, Kamis.<br /><br />Menurut Sarwo, untuk membantu mereka pihaknya hampir setiap tahun menyediakan sarana pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), baik melalui pemerintah daerah maupun bantuan Provinsi Kalteng.<br /><br />Akibat keterbatasan dana, kata dia, penyediaan listrik tenaga matahari ini sangat minim, bahkan pada 2011 hanya dialokasikan sekitar 54 unit melalui APBD kabupaten.<br /><br />"Program pengadaan PLTS ini sebelumnya kami usulkan baik melalui APBD kabupaten sebanyak 500 unit, namun karena keterbatasan anggaran hanya disetujui puluhan unit yang terealisasi pada Oktober 2011," katanya.<br /><br />Sarwo menjelaskan, tahun ini pihaknya masih mengharapkan adaa bantuan dari provinsi yang diusulkan juga sekitar 500 unit.<br /><br />Karena tahun 2010 bantuan melalui program "mahaga lewu" (PM2L) atau program membangun desa-desa di pedalaman seluruh wilayah Kalteng tersebut tidak terealisasi.<br /><br />"Saya dapat informasi dari Dinas Pertambangan dan Energi Kalteng aloksi PLTS dari APBN untuk Barito Utara memang ada, namun tidak tahu berapa jumlahnya," ujar dia.<br /><br />Program PLTS ini sudah dilakukan sejak 2006 hingga sekarang sudah terpasang sekitar lima ratusan unit di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Teweh Tengah, Gunung Timang, Lahei, Montallat, Teweh Timur, dan Gunung Purei.<br /><br />"Ratusan unit itu dipasang untuk rumah tangga, fasilitas pendidikan, dan kesehatan di desa terpencil," katanya.<br /><br />PLTS menyalurkannya melalui "solar cell" berkapasitas 50 watt, aki kering 70 ampere, kotak regulator otomatis, dan lampu neon DC 12 volt.<br /><br />Selama ini kecamatan yang belum menikmati listrik dari PLN hanya Kecamatan Gunung Purei.<br /><br />Meski di daerah pedalaman itu tersedia pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) namun hanya listrik desa. Sedangkan lima kecamatan lainnya sudah dilengkapi PLTD dari PLN setempat.<br /><br />"Namun listrik PLN maupun listrik desa hanya menjangkau rumah warga yang tinggal di ibu kota kecamatan, sedangkan masyarakat tidak menikmati listrik masih banyak," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>