Ribuan Warga Perbatasan Kalbar Krisis Energi

oleh
oleh

Ribuan masyarakat di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Sarawak terancam mengalami krisis energi karena terbatasnya ketersediaan elpiji. <p style="text-align: justify;"><br />"Masyarakat kesulitan mendapatkan elpiji untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sejak dua minggu terakhir," kata Imran, Kepala Desa Suruh Tembawang, Kecamatan Entikong, Sanggau, saat dihubungi dari Pontianak, Senin.<br /><br />Menurut dia, selama ini mereka mengandalkan pasokan elpiji dari Sarawak, Malaysia Timur. Namun, lanjut dia, sejak dua minggu terakhir, pihak Malaysia sudah melarang penjualan elpiji untuk dibawa ke Indonesia.<br /><br />Sementara ketergantungan masyarakat terhadap elpiji sudah semakin tinggi. "Sudah jarang yang menggunakan minyak tanah, karena selain susah didapat, harganya juga tinggi, yakni Rp9 ribu per liter," kata Imran.<br /><br />Ia menambahkan, di Kecamatan Entikong ada beberapa desa yang berbatasan langsung dengan Sarawak, salah satunya Suruh Tembawang.<br /><br />Ia biasanya membeli elpiji ukuran 15 kilogram dari Petronas yang dibawa pedagang melalui pintu perbatasan Entikong (Sanggau) dan Tebedu (Sarawak).<br /><br />"Harganya sekitar Rp150 ribu per tabung," kata Imran. Namun ada juga penduduk di beberapa desa yang tidak perlu memutar ke Entikong untuk membeli elpiji, melainkan langsung dari Sarawak menggunakan jalan tradisional.<br /><br />Sedangkan untuk elpiji yang diproduksi Pertamina, baik yang ukuran tabung 12 kilogram dan tiga kilogram, jumlahnya sangat terbatas.<br /><br />"Tidak semua dapat elpiji subsidi tiga kilogram, dan bagaimana juga untuk masyarakat umum," katanya setengah bertanya.<br /><br />Ia mengaku tidak tahu harus menggunakan apa untuk memasak kalau kondisi tersebut terus berlanjut hingga satu bulan mendatang.<br /><br />Ketergantungan masyarakat perbatasan dengan Malaysia sangat tinggi terutama terhadap kebutuhan pokok sehari-hari. Misalnya gula, minyak goreng dan susu formula.<br /><br />Jarak Entikong dari Kota Pontianak sekitar 300 kilometer. <strong>(phs/Ant)</strong></p>