Research In Motion (RIM) membantah fitur BlackBerry Messenger bukanlah satu-satunya andalan BlackBerry di pasar ponsel pintar (smartphone) Indonesia. <p style="text-align: justify;">"Kami sangat aktif dan berhubungan erat dengan berbagai pengembang dari Indonesia," kata Kepala Hubungan Pengembang RIM Asia, Sarim Aziz, dalam telekonferensi pers di Jakarta, Senin.<br /><br />Hubungan RIM dengan para pengembang aplikasi BB di Indonesia, menurut Sarim, ditunjukkan dengan tingginya minat para pengembang untuk membuat aplikasi di platform BB dalam BlackBerry Roadshow di sejumlah daerah.<br /><br />"Lebih dari 120 orang hadir dalam konferensi BlackBerry di Yogyakarta, baik pengembang baru ataupun yang berpengalaman," kata Sarim.<br /><br />Sarim membantah pernyataan seorang pakar piranti lunak sumber terbuka (open source software) dengan mengatakan pengembangan aplikasi di platform BlackBerry tidak lagi dipungut biaya.<br /><br />"Kami sudah tidak menarik biaya dari pengembangan aplikasi sejak satu setengah tahun lalu. Itu (pengembangan aplikasi) gratis sekarang," kata Sarim.<br /><br />Sarim menambahkan persetujuan pembuatan aplikasi BlackBerry memerlukan tujuh hingga sepuluh hari dari RIM untuk memastikan hak cipta pengembang terlindungi.<br /><br />"Kami juga bertanya kepada para pengguna tentang keamanan suatu aplikasi," kata Sarim. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














