Home / Tak Berkategori

Royalti-"Landrent" Murung Raya 2010 Rp23,5 Miliar

- Jurnalis

Kamis, 13 Januari 2011 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Realisasi penerimaan dana perimbangan dari royalti dan "landrent" tambang emas serta batu bara di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, periode Januari-Desember 2010 mencapai Rp23,5 miliar. <p style="text-align: justify;">"Dana tersebut merupakan penerimaan bagi hasil bukan pajak dari pemerintah pusat," kata Wakil Bupati Murung Raya, Nuryakin di Puruk Cahu, Kamis. <br /><br />Penerimaan tersebut merupakan hasil pembayaran kewajiban sejumlah investor tambang batu bara pemegang izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) dan kuasa pertambangan (KP) serta perusahaan tambang emas pemegang izin kontrak karya (IMK) di kabupaten itu. <br /><br />Penerimaan selama 2010, untuk royalti (iuran hasil penjualan batu bara dan emas) sebesar Rp20,7 miliar dan "landrent" (iuran tetap) bagi investor yang memasuki tahap eksplorasi dan eksploitasi mencapai Rp2,8 miliar. <br /><br />"Kami hanya menerima dana bagi hasil pajak itu sekitar 64 persen dari pemerintah pusat, sedangkan perusahaan mana saja yang membayar tidak tahu," katanya. <br /><br />Nuryakin menjelaskan, saat ini sejumlah investor tambang batu bara di kabupaten paling utara Kalteng ini sekitar 10 perusahaan pemegang izin PKP2B, tiga izin KK, 16 pemegang izin KP dan tiga izin KP emas seluas 779.180 hektare. <br /><br />Namun yang sudah produksi hanya dua yakni PT Marunda Graha Mineral (MGM) dan PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) keduanya pemegang izin PKP2B dengan produksi 2010 sebanyak 3,238 juta metrik ton, serta tambang emas di eksploitasi perusahaan penanaman modal asing (PMA) PT Indo Muro Kencana (IMK) Straits. <br /><br />Jadi dari puluhan investor yang menanamkan modal di daerah ini hanya tiga perusahaan yang sudah produksi karena masih menemui berbagai kendala angkutan, karena selama ini masih mengandalkan transportasi Sungai Barito. <br /><br />Akibatnya, angkutan tambang batu bara sering terhenti akibat kedalaman Sungai Barito surut sehingga tidak bisa dilayari tongkang dan kapal besar, sedangkan kalau air tinggi (banjir) angkutan tersebut tidak bisa melewati jembatan KH Hasan Basri di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara. <br /><br />"Kendala alam ini membuat angkutan tambang batu bara melalui Sungai Barito tidak maksimal. Selain kendala alam, belum maksimalnya produksi batu bara sejumlah investor juga terjadi akibat perizinan," kata Nuryakin. <strong>(das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen
Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal
Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang
Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai
Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau
 Anastasia Minta Masyarakat Sintang Harus Melek Teknologi
Anastasia Dorong Tenaga Pendidik di Sintang Kuasai Teknologi untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Pansus III DPRD Kaltara Kebut Pembahasan Dua Ranperda Strategis, Fokus SDA Kayan dan Pemberdayaan Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 16:07 WIB

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen

Minggu, 12 April 2026 - 15:07 WIB

Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal

Sabtu, 11 April 2026 - 14:24 WIB

Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang

Sabtu, 11 April 2026 - 14:18 WIB

Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai

Sabtu, 11 April 2026 - 14:14 WIB

Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play