RSUD Muara Teweh Kehabisan Stok Obat

oleh

RSUD Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, kehabisan stok obat untuk melayani pasien karena pengadaan obat tahun 2013 senilai Rp1,8 miliar gagal dilelang. <p style="text-align: justify;">"Akibat gagal dilelang itu, rumah sakit kehabisan persediaan obat, padahal obat tersebut seharusnya sudah tersedia untuk pasien," kata Direktur RSUD Muara Teweh Drg Dwi Agus Setijowati, Rabu.<br /><br />Menurut Dwi Agus, kekosongan obat ini sudah terjadi sejak 35 hari sebelum dirinya diangkat menjadi direktur rumah sakit yang baru (6/2).<br /><br />Ia mengatakan bahwa di bagian instalasi juga tercatat 35 item obat kosong.<br /><br />Padahal memasuki triwulan I, pasien Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) di rumah sakit mengalami peningkatan cukup signifikan.<br /><br />Sementara pengadaan obat pada triwulan II masih terkendala dengan sistem e-catalog (elektronik catalog) atau disebut pelelangan pengadaan obat secara online, namun hingga kini belum ada kabar berita untuk pengadaan tersebut.<br /><br />"Sehingga pihak rumah sakit melakukan rapat untuk menyusun perencanaan kebutuhan obat, dengan maksud supaya pengadaan obat e-catalog ini bisa cepat kelar, karena para pasien rumah sakit sangat membutuhkan sekali obat-obatan tersebut," kata dia.<br /><br />Dwi Agus mengakui sejumlah pasien BPJS yang melakukan rawat inap di rumah sakit memang ada yang menebus obat di luar, hal itu dilakukan karena rumah sakit ini kehabisan stok. Sementara para pasien tersebut membutuhkan penanganan cepat.<br /><br />"Salah satu solusinya pihak keluarga pasien menebus obat di apotik luar rumah sakit," katanya.<br /><br />Masalah ini telah dilaporkan ke Bupati Barito Utara, sebab untuk mengatisipasinya, pihak rumah sakit terpaksa membeli obat secara tunai. Karena bila menunggu pengadaan obat e-catalog itu terlalu lama.<br /><br />Sementara pelelangan pengadaan obat yang mengacu kepada Perpres No 70 tahun 2014 tentang barang dan jasa sedang berproses.<br /><br />"Alhamdulliah masalah kekosongan obat ini sudah teratasi, karena obat tersebut mulai datang pada awal Juni 2014 ini sekitar 40 persen," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>