RSUD Sintang Targetkan Akreditasi Penuh

oleh
oleh

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M Djoen Sintang bertekad menjadi pelopor rumah sakit pemerintah daerah yang berakreditasi di Provinsi Kalbar. <p style="text-align: justify;">Di bawah kepemimpinan dr. Rosa Trifina, RSUD Ade M Djoen Sintang menargetkan akreditasi penuh atau akreditasi paripurna. Persiapan menyonsong akreditasi secara bertahap sudah dilakukan. “Target kita akreditasi paripurna. Ya, jatuh-jatuh akreditasi madya,” ujar Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang, dr. Rosa Trifina didampingi Kepala Bidang Pelayanan, dr. Robby Manurung, beberapa waktu yang lalu.<br /><br />Rosa menjelaskan, ada dua versi tentang akreditasi. Yakni, akreditasi 2007 dan akreditasi 2012. Akreditasi 2007 lebih kepada dokumen, sementara akreditasi 2012 menekankan telusur pasien. Akreditasi yang hendak dipakai RSUD Ade M Djoen Sintang adalah akreditasi versi 2012. Persiapan sudah dilakukan, baik pembenahan dokumen maupun sarana dan prasarana. “Dalam satu bulan ini kita berbenah. Rencananya, tim komisi akreditasi rumah sakit akan kita undang Maret mendatang,” ucap Rosa.<br /><br />Persiapan demi persiapan terus dilakukan. Sebab, untuk mendapatkan akreditasi penuh atau akreditasi paripurna tidaklah mudah. Penilaian dari tim komisi akreditasi sangat ketat. Semua aspek dinilai. Bukan hanya petugas kesehatan, tetapi seluruh karyawan, termasuk para cleaning service, juru parkir maupun Satpam. “Standarnya sudah jelas. Mereka harus paham mencuci tangan secara benar sesuai versi World Health Organization (WHO),” tegasnya.<br /><br />Rosa melanjutkan, penyusunan dokumen sudah 70 persen. Masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) sudah dibuatkan Surat Keputusan (SK). Semua itu merupakan tahapan persiapan menyongsong akreditasi. “Kini kita sedang menata rumah sakit. Mulai dari wastapel (tempat cuci tangan), alat pemadam kebakaran maupun jalur evakuasi bila terjadi sesuatu dan lain hal. Misalkan kebakaran. Semua itu perlu ditata supaya ada nilai estetika dan pastinya enak untuk dipandang,” papar Rosa.<br /><br />Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Ade M Djoen Sintang, dr. Robby Manurung menambahkan, terpenuhinya akreditasi paripurna tidak terlepas dari Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur pendukung. <br /><br />Dua aspek tersebut kini telah dipenuhi. RSUD Sintang telah memiliki dokter spesialis yang cukup lengkap. Seperti dua dokter bedah, dua dokter mata, dua  dokter anestasi, tiga dokter kandungan dan dokter saraf. Bahkan dalam waktu dekat ini akan ada kedatangan dokter patologi klinik dan bedah saraf. <br /><br />“Kini masyarakat tidak perlu jauh-jauh harus cuci darah ke Pontianak, karena RSUD Ade M Djoen Sintang telah memiliki alat cuci darah,” ujar Robby.<br /><br />Sementara dari sisi infrastruktur, lanjut Robby, pembangunan ruang isolasi khusus penyakit menular sedang dilakukan. Ditargetkan tahun ini selesai. RSUD Ade M Djoen Sintang juga memiliki dua mesin laundry. Satu mesin diperuntukan untuk penyakit menular. “Kita juga sedang menata dapur agar lebih layak. Bagaimanapun, kebersihan makanan pasien harus tetap terjaga,” ujar Robby. (tmt)</p>